Wagub Hadi Mulyadi mengingatkan PNS jangan banyak mengeluh. Hal ini sebagai buntut dari laporan PNS minta pindah tugas yang ia terima belum lama ini. Sebab, sumpah janji yang telah terucap merupakan kewajiban untuk taat terhadap aturan negara.
Akurasi.id, Samarinda – Wagub Kaltim Hadi Mulyadi memimpin pengambilan sumpah dan janji pegawai negeri sipil (PNS) di lingkukan Pemprov Kaltim. Selain itu, Hadi Mulyadi juga menyerahkan surat keputusan (SK) secara simbolis, di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Selasa (22/2/2022).
Pengambilan sumpah janji dan penyerahan SK ini di ikuti oleh 380 calon pegawai negeri sipil (CPNS). Merupakan lulusan CPNS 2019 dan lulusan CPNS PKN STAN.
[irp]
Dalam kesempatan itu, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi secara khusus mengingatkan agar PNS mencintai pekerjaan dan jangan banyak mengeluh. Padahal, ketika PNS mengikrarkan sumpah janji, maka wajib hukumnya taat terhadap aturan negara. Serta, pantang melanggar sumpah.
Ia menyampaikan persoalan ini sebab menyayangkan adanya laporan PNS minta pindah. Dengan alasan, tidak menyukai tempat tugasnya.
“Karena banyak laporan yang saya terima. Baru setengah tahun jadi PNS sudah minta pindah sana, pindah sini. Bahkan, ada yang sampai nangis-nangis minta pindah,” ungkapnya.
“Kakek saya dulu Kepala Dinas Pertanian Melak dapat tugas di Melak. Perjalannya dulu 3 hari 3 malam baru sampai. Tapi taat dengan perintah dan tinggal di sana,” imbuhnya.
[irp]
Wagub Minta PNS Bekerja dengan Sungguh-sungguh dan Perbanyak Sertifikasi
Hal ini membuktikan bahwa dedikasi seorang PNS begitu besar kepada bangsa dan negara. “Sekarang penugasannya ke tempat yang jauh minta pindah. Kalau mau begitu, dari awal jangan jadi PNS. Karena jadi PNS itu salah satu sumpahnya siap menempatan dimana saja,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hadi minta kepada PNS yang baru diangkat agar bekerja dengan sungguh-sungguh. Karena menurutnya, rezeki itu tidak tergantung tempat. Yang penting itu mau bekerja keras.
[irp]
Kemudian, meminta PNS yang baru di lantik untuk memperbanyak pelatihan dan sertifikasi. Guna segera mendapatkan ilmu pengetahuan yang banyak dan mendapatkan jabatan lebih tinggi.
“Bekerja keras, menuntut ilmu, dan mencintai pekerjaan. Dimanapun bekerja sebagai bagian dari ibadah dan merupkan pengabdian kepada bangsa dan negara. Bekerjalah dengan penuh cinta, insyaallah semua pekerjaan kita menjadi nyaman,” pungkasnya. (*)
Penulis/Editor: Devi Nila Sari