Untuk mendukung pasien CAPD, RSUD Taman Husada Bontang memiliki PD Nurse, yaitu perawat khusus yang siap memberikan pendampingan.
Kaltim.akurasi.id, Bontang – RSUD Taman Husada Bontang terus berinovasi dalam memberikan layanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal dengan menghadirkan terapi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau cuci darah mandiri. Sejak peresmian layanan CAPD pada 2022 lalu, tercatat sudah ada lima pasien yang menjalani terapi tersebut.
Kepala Ruangan Dialisis RSUD Taman Husada Bontang Salawati menjelaskan bahwa metode CAPD memungkinkan pasien mencuci darah melalui rongga peritoneum atau perut mereka sendiri.
“Terapi ini dilakukan dengan memasukkan cairan khusus ke dalam rongga perut pasien. Cairan tersebut akan menyaring racun dan menarik kelebihan cairan dari tubuh sebelum akhirnya dikeluarkan kembali,” jelasnya, belum lama ini di ruangannya.
Berbeda dengan hemodialisis yang harus dilakukan di rumah sakit, CAPD bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Prosedurnya melibatkan pemasangan selang kecil di perut, yang berfungsi untuk menyalurkan cairan dialisis. Pasien biasanya harus mengganti cairan ini sebanyak tiga hingga empat kali sehari dengan setiap proses pertukaran memakan waktu sekitar 20–40 menit.
Menurut dia, terapi CAPD sangat membantu pasien yang kesulitan mengakses layanan rumah sakit secara rutin. Sehingga mereka memilih CAPD karena lebih fleksibel dan bisa dilakukan di rumah tanpa harus sering datang ke rumah sakit.
Untuk mendukung pasien CAPD, RSUD Taman Husada Bontang memiliki PD Nurse, yaitu perawat khusus yang siap memberikan pendampingan.
“Jika pasien mengalami kendala atau butuh pelatihan tambahan, kami siap membantu, bahkan bisa melalui video call,” kata Salawati.
Terapi CAPD juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan, termasuk peralatan dan cairan dialisis yang dikirim langsung ke rumah pasien. Setiap bulan, pasien akan menerima sekitar 120 kantong cairan dialisis yang dibutuhkan untuk perawatan harian mereka.
“Kita berharap dengan layanan tersebut, pasien bisa mendapatkan terapi yang lebih praktis dan nyaman sesuai kebutuhan mereka,” tutupnya. (adv/rsudtamanhusadabontang)
Penulis: Rae
Editor: Suci Surya Dewi