Kaltim.akurasi.id, Bontang – PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) terus mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kegiatan benchmark bank sampah bagi warga di wilayah penyangga atau buffer zone perusahaan. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi pengurus RT dan pengelola bank sampah untuk meningkatkan pengetahuan serta mengembangkan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (17/10/2026) tersebut berlangsung di Bank Sampah Anggrek Hitam, Jalan Tulip, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat. Sebanyak 15 peserta yang berasal dari wilayah Kelurahan Loktuan mengikuti kegiatan ini.
Peserta terdiri dari ketua RT dan pengurus bank sampah, di antaranya perwakilan RT 40, RT 35, RT 23, RT 17, serta pengelola Bank Sampah Mawar Merah. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mempelajari praktik pengelolaan sampah yang telah diterapkan Bank Sampah Anggrek Hitam.
Dalam kegiatan tersebut, salah satu pengurus Bank Sampah Anggrek Hitam, Falah, memaparkan sistem pengelolaan bank sampah, mulai dari standar operasional prosedur (SOP) penyetoran, pemilahan sampah, hingga jenis sampah yang memiliki nilai jual.
Falah menjelaskan, nasabah bank sampah akan mendapatkan buku tabungan untuk mencatat hasil penyetoran sampah. Sebelum disetorkan, sampah perlu dipisahkan berdasarkan jenisnya agar memudahkan proses pengelolaan dan penimbangan.
Sampah anorganik seperti botol plastik, gelas plastik bekas, dan kemasan lainnya harus dalam kondisi bersih dan kering serta bebas dari sisa makanan. Sementara itu, kardus perlu disusun dengan rapi sebelum disetorkan.
Peserta juga mendapatkan informasi mengenai jenis dan harga sampah yang dapat dijual. Kardus dan kertas campuran dihargai Rp1.000 per kilogram, dupleks Rp400 per kilogram, kaleng Rp500 per kilogram, PET putih bersih Rp2.500 per kilogram, hingga PET biru bersih Rp2.200 per kilogram.
Selain sampah yang memiliki nilai jual, terdapat pula sejumlah jenis sampah yang tidak diterima untuk dijual, seperti toples, plastik mika, kaleng kotor, gelas kertas atau paper cup, sedotan, serta sendok dan garpu plastik, dan lain sebagainya.
Melalui pemaparan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami bahwa pengelolaan bank sampah tidak hanya berkaitan dengan pengumpulan, tetapi juga membutuhkan pemilahan, kebersihan, dan pengelompokan sampah sesuai ketentuan.
Inovasi Penjemputan Dorong Pertumbuhan Nasabah

Salah satu praktik yang turut diperkenalkan dalam kegiatan tersebut ialah inovasi penjemputan sampah yang dilakukan Bank Sampah Anggrek Hitam di sejumlah wilayah, terutama kawasan perumahan PC, BSD, dan BTN PKT.
Inovasi ini memudahkan masyarakat menyetorkan sampah tanpa harus datang langsung ke lokasi bank sampah. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, jumlah nasabah Bank Sampah Anggrek Hitam menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada 2022, jumlah nasabah tercatat sebanyak 184 orang, kemudian meningkat menjadi 210 orang pada 2023. Setelah inovasi penjemputan sampah diterapkan, jumlah nasabah bertambah menjadi 259 orang pada 2024 dan 422 orang pada 2025. Tren tersebut berlanjut pada Januari hingga Agustus 2026, dengan jumlah nasabah mencapai 652 orang.
Peningkatan juga terlihat pada volume setoran sampah yang memiliki nilai jual. Pada 2022, total setoran tercatat sebanyak 14.355 kilogram, kemudian 11.423 kilogram pada 2023 dan 13.742 kilogram pada 2024.
Pada 2025, volume setoran meningkat menjadi 30.341 kilogram. Sementara itu, selama Januari hingga Agustus 2026, total setoran mencapai 36.208 kilogram. Angka tersebut meningkat sekitar 152 persen dibandingkan total setoran pada 2022, berdasarkan perbandingan data yang dipaparkan.
Peserta Harapkan Dukungan Berkelanjutan
Ketua RT 17 Kelurahan Loktuan, Suroso, menilai kegiatan yang difasilitasi PT KDM tersebut positif. Karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk membahas persoalan pengelolaan sampah sekaligus mempelajari praktik yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing.
Menurutnya, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan bagi warga, baik dari sisi pembuangan maupun penanganannya. Karena itu, ia berharap dukungan dari perusahaan dapat membantu masyarakat mengembangkan pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Saya pikir pertemuan yang diadakan oleh PT KDM ini sangat positif, khususnya bagi warga saya di Kelurahan Loktuan. Sampah memang merupakan tantangan yang harus kita pecahkan bersama, baik dari sisi pembuangan maupun penanganannya,” ujarnya.
Suroso juga berharap PT KDM bersama perusahaan lain, termasuk PT Pupuk Kaltim, dapat memberikan dukungan berkelanjutan kepada masyarakat, baik dalam bentuk pengetahuan maupun fasilitas pendukung.
“Harapan saya, mudah-mudahan ke depannya PT KDM bersama perusahaan-perusahaan lain, termasuk PT Pupuk Kaltim, bisa memberikan bantuan, baik berupa ilmu, pengetahuan maupun fasilitas-fasilitas lainnya,” harapnya. (adv/kaltimdayamandiri/uci)
Penulis/Editor: Suci Surya Dewi