Polnes Siapkan Desain Baru Puskesmas Trauma Center Loa Janan Ilir, Fokus Benahi Layanan Kegawatdaruratan

Rancangan Polnes untuk Puskesmas Trauma Center Loa Janan Ilir mencakup pembenahan ruang UGD, farmasi, klinik, hingga akses bagi penyandang disabilitas.
Suci
By
2.3K Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menyiapkan rancangan pengembangan Puskesmas Trauma Center di Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, sebagai upaya memperbaiki tata ruang dan mendukung pelayanan kegawatdaruratan.

Rancangan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Polnes dengan Puskesmas Trauma Center yang mulai berjalan sejak awal 2026. Koordinator Pengabdian Masyarakat Polnes, Yurista Hardika Dinata, mengatakan kerja sama itu bermula dari informasi dari salah satu mahasiswa Arsitektur bahwa terdapat bangunan puskesmas yang dapat dijadikan sebagai objek penelitian dan atau pengabdian karena dinilai perlu untuk dilakukan redesain bangunannya guna peningkatan pelayanan.

“Kita mendapat informasi dari salah satu mahasiswa Arsitektur bahwa terdapat bangunan puskesmas yang memerlukan redesain untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Nah, dari situ tim pengabdian menindaklanjuti dengan bermitra dengan Puskesmas Trauma Center,” kata Yurista.

Dalam perkembangannya, kegiatan tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Arsitektur Bangunan Gedung serta Desain Produk Kayu dan Serat. Proses survei hingga penyusunan desain, termasuk animasi, berlangsung sekitar empat bulan.

Yurista menjelaskan, rancangan yang dibuat masih berada pada tahap konsep dan rekomendasi desain. Polnes tidak masuk pada tahap pembangunan fisik, melainkan menyusun alternatif perencanaan berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan pelayanan.

“Kegiatan kami memang pada redesain dan memberikan rekomendasi desain. Untuk pelaksanaan pembangunannya tentu menjadi kewenangan pemerintah daerah,” ujarnya.

Polnes
Koordinator Pengabdian Masyarakat Polnes, Yurista Hardika Dinata saat diwawancara oleh media ini. (Muhammad Zulkifli/Akurasi.id)

Berdasarkan hasil survei, Puskesmas Trauma Center di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, memiliki sejumlah keterbatasan. Tata ruang dinilai belum optimal dan belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas. Ruang UGD juga belum memenuhi kebutuhan ukuran, sementara ruang farmasi dan sterilisasi masih terbatas. Ruang rawat inap turut menjadi perhatian karena menggunakan bangunan yang sebelumnya dialihfungsikan.

Kondisi tersebut menjadi dasar penyusunan konsep baru. Rancangan Polnes menempatkan fungsi pelayanan utama di lantai dasar. Mulai dari lobi, ruang penerimaan, nurse station, UGD atau ruang tindakan, farmasi hingga klinik umum. Desain juga dilengkapi ramp dan toilet bagi penyandang disabilitas.

Akses kendaraan dirancang dengan jalur masuk dan keluar yang dipisahkan untuk mengurangi kepadatan di area puskesmas. Penataan parkir serta ruang terbuka juga dimasukkan dalam rancangan.

Konsep bangunan menggunakan pendekatan arsitektur modern dengan penekanan pada fungsi, efisiensi, kenyamanan dan kemudahan pengguna. Rancangan juga mempertimbangkan kebutuhan keamanan serta aksesibilitas pasien, termasuk penggunaan material lantai yang mendukung pergerakan kursi roda dan brankar.

Polnes
Kepala Puskesmas Trauma Center Loajanan Ilir, Samriyani Sabang saat diwawancara oleh media ini. (Muhammad Zulkifli/Akurasi.id)

Kepala Puskesmas Trauma Center Loajanan Ilir, Samriyani Sabang, mengapresiasi rancangan tersebut. Ia menilai konsep yang disusun Polnes dapat menjadi gambaran pengembangan fasilitas kesehatan apabila puskesmas nantinya ditingkatkan kapasitasnya.

“Desainnya sangat melebihi dari kebutuhan sebenarnya. Sangat visioner untuk status pelayanan puskesmas saat ini,” ujar Samriyani.

Menurutnya, bagian yang paling menarik sekaligus berpotensi memberi manfaat besar adalah rancangan ruang IGD. Ia menilai desain tersebut dapat mendukung pelayanan apabila pengembangan fasilitas benar-benar direalisasikan.

“Menurut saya yang paling bermanfaat itu desain IGD. Sangat mewah dan sangat bermanfaat untuk ke depannya,” katanya.

Samriyani berharap rancangan tersebut dapat diakomodasi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda jika pengembangan Puskesmas Trauma Center dilakukan. Namun, realisasi pembangunan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran dan prioritas pemerintah daerah.

Saat ini, Puskesmas Trauma Center berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pemeliharaan rutin dapat ditangani melalui pengelolaan BLUD, sedangkan peningkatan kapasitas bangunan dengan kebutuhan anggaran lebih besar membutuhkan dukungan Pemerintah Kota Samarinda.

“Kami berharap desain ini bisa diakomodasi pemerintah kota kalau memang nanti ada peningkatan atau pembangunan puskesmas,” ucapnya.

Rancangan Polnes selanjutnya dapat menjadi alternatif perencanaan yang diajukan kepada Pemkot Samarinda. Dokumen tersebut mencakup gambar kerja dua dan tiga dimensi, rancangan interior, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai bagian dari keluaran program.

Namun, dokumen perencanaan tersebut belum menjadi keputusan pembangunan. Pemanfaatannya tetap bergantung pada kebijakan, dukungan anggaran dan kebutuhan Pemkot Samarinda. (adv)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana