Kabar Politik

Anggota Komisi V DPR RI Irwan Minta Program Kota Tanpa Kumuh di Bontang Selesai Tepat Waktu

Anggota Komisi V DPR RI Irwan Minta Program Kota Tanpa Kumuh di Bontang Selesai Tepat Waktu
Anggota Komisi V DPR RI meninjau progres program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2021 di Bontang Kuala

Anggota Komisi V DPR RI Irwan minta Program Kota Tanpa Kumuh di Bontang selesai tepat waktu. Program Padat Karya di dua lokasi tersebut, yakni membangun jembatan kayu sepanjang 300 meter.

Akurasi.id, Bontang – Kedatangan Anggota Komisi V DPR RI Irwan untuk meninjau progres program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2021 di Bontang menjadi tampak istimewa. Irwan mendapat sambutan hangat dari warga Kelurahan Bontang Kuala, Selasa (19/10/2021) sore.

Dalam tinjauan, legislator Demokrat itu, didampingi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Timur, Sandhi Eko Bramono. Selain di Bontang Kuala, Kelurahan Berbas Pantai juga menjadi lokasi yang akan ditinjau Irwan beserta rombongan.

Irwan mengatakan, Program Padat Karya di dua lokasi tersebut, yakni membangun jembatan kayu sepanjang 300 meter. Program tersebut merupakan kegiatan penguatan jalan jembatan yang dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

“Kegiatan program Kotaku ini untuk penguatan dan penambahan tinggi jalan atau jembatan di Bontang Kuala dan Berbas Pantai,” ujar Irwan saat ditemui di Lokasi.

Dia menjelaskan, sejauh ini secara keseluruhan, progres pembangunan jembatan sudah 60 persen. Pun dia mendorong agar pengerjaan bisa rampung tepat waktu. Yakni 27 November 2021 mendatang.

Kata dia, ketersediaan bahan baku seperti Ulin menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam proses pengerjaan. Namun, dia meminta penanggung jawab bisa memberikan garansi agar pengerjaan rampung di sisa waktu yang ditentukan. Jika dihitung dari kalender kerja, masih tersisa 5 pekan untuk proses pengerjaan.

“Sebenarnya progres pembangunan sedikit terlambat akibat keterbatasan bahan baku kayu ulin. Kalau dilihat dari waktu yang ada masih bisa terkejar. Sebab warga berkomitmen bisa menyelesaikan 4 meter per hari,” jelasnya.

Irwan juga bilang, progres pengerjaan jembatan sepanjang 300 meter di dua lokasi tersebut menelan biaya hingga Rp1 miliar untuk setiap lokasinya. Pun dia berharap pembangunan ini bisa terus dikembangkan. Tidak hanya kegiatan Kotaku, tetapi juga termasuk program lainnya. Seperti perbaikan infrastrutur di tempat pariwisata, contohnya di Bontang Kuala.

“Kita harus kembangkan. Harapannya tahun depan kita bisa memperbaiki fasilitas pariwisata di kampung atas laut ini. Karena ini jembatannya sudah pada rusak,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kalimantan Timur Sandhi Eko Pramono mengatakan, khusus pembangunan jembatan di Bontang Kuala sudah terselesaikan sepanjang 186 meter dari keseluruhan. Artinya masih tersisa 114 meter. Untuk mengejar target waktu, pekerjaan setiap harinya harus mencapai 3-4 meter.

“Kita pantau secara ketat dengan standar pengerjaan harus sesuai. Pengerjaan hingga hari ini sudah terhitung 4 setengah bulan jadi produktivitasnya harus dikebut,” kata Sandhi.

Mengenai ketersediaan bahan baku ulin yang sulit didapat, pihaknya akan menyisir penyedia kayu yang memiliki spesifikasi untuk pembangunan. Apabila ketersediaan kayu tidak ada, maka pihaknya akan melakukan perubahan desain melalui adendum yang di dalamnya akan berubah terkait spesifikasi kayu dan harga satuan.

“Kami akan mengupayakan pencarian hingga ke seluruh toko. Yang penting justifikasi harus jelas baru semua proses itu bisa berubah. Masih ada alternatif, yang tidak bisa diubah itu adalah batas akhir pengerjaannya,”  katanya. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Rachman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button