Stok Melimpah, Perikanan Kaltim Siap Pasok IKN dan Tembus Pasar Ekspor

Fajri
By
232 Views

DKP Kaltim terus tingkatkan produksi perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan IKN dan ekspor. Nilai ekspor perikanan Kaltim tembus Rp794 miliar pada 2024.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong sektor perikanan menjadi garda terdepan dalam pemenuhan kebutuhan pangan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Bahkan, stok hasil perikanan di Kaltim ditargetkan bisa memenuhi kebutuhan pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala DKP Kaltim, Irfan Hukmaidy, menyebut bahwa saat ini pasar domestik perikanan memiliki kelebihan stok. Hal ini terlihat dari aktivitas perdagangan antarwilayah, bahkan sudah merambah ke pasar ekspor.

“Pada 2024 lalu, nilai ekspor perikanan, baik dalam bentuk hidup maupun beku, mencapai Rp794 miliar. Jadi, Insyaallah, sektor perikanan menjadi salah satu sumber daya yang menjanjikan di Kalimantan Timur,” ujarnya saat diwawancarai di Samarinda, Kamis (24/4/2025).

Mengacu data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, nilai ekspor sektor pertanian mengalami lonjakan signifikan sebesar 121,85 persen pada 2023 dibandingkan tahun sebelumnya, atau senilai USD 21.842,47 ribu. Peningkatan tersebut didorong oleh naiknya ekspor komoditas ikan segar atau dingin hasil tangkap dan kepiting, masing-masing tumbuh sebesar 375,68 persen dan 269,24 persen.

Untuk menggenjot produksi, DKP Kaltim menjalankan dua program utama, yakni perikanan tangkap dan budidaya. Namun demikian, Irfan mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam pengelolaan sektor ini, terutama karena komoditas perikanan tergolong mudah rusak.

“Tantangan kita bukan hanya saat panen, tapi juga pada tahap pascapanen. Sistem rantai dingin harus dijaga agar kualitas hasil perikanan tetap optimal hingga sampai ke konsumen,” jelasnya.

Selain itu, DKP Kaltim juga berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan, jaminan mutu, dan keamanan pangan. Upaya ini mencakup pengawasan terhadap penggunaan zat kimia seperti formalin, agar tetap dalam batas aman, serta memastikan bahan baku perikanan layak konsumsi dari hulu hingga hilir.

“Bahan baku yang dihasilkan harus dijaga mutunya dan keamanannya. Semua program yang kami jalankan mendukung keberlanjutan sektor perikanan di Kaltim,” pungkas Irfan. (Adv/diskominfokaltim/yed)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana