Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Perayaan malam tahun baru menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang jagung di Kota Tepian. Pada momen ini, permintaan jagung bakar meningkat tajam sehingga pedagang bisa meraup keuntungan lebih besar dibanding hari biasa.
Jika biasanya tiga hingga empat biji jagung dijual seharga Rp10 ribu, pada momen tahun baru harga naik menjadi Rp5 ribu per biji.
Seorang pedagang perempuan yang enggan disebutkan namanya mengaku, pada perayaan tahun baru sebelumnya ia mampu menghabiskan hingga tiga karung jagung.
“Semoga tahun ini bisa lebih banyak lagi yang terjual,” ujarnya saat ditemui di Samarinda, Rabu (31/12/2025).
Ia mengaku rutin berjualan setiap malam tahun baru di trotoar Jalan Pahlawan, yang memang menjadi lokasi favorit masyarakat membeli jagung bakar. Tidak sendiri, ia juga mengajak anggota keluarganya untuk membantu melayani pembeli.
Selain menjual jagung seharga Rp5 ribu per biji, ia juga menawarkan jagung satu karung dengan harga Rp350 ribu. Ia turut menjual arang yang sudah dikemas plastik seharga Rp10 ribu per bungkus.
Hingga siang hari, ia mengaku sudah berhasil menjual sekitar 35 biji jagung. Jika dihitung, pendapatan kotor yang diperolehnya mencapai Rp175 ribu hanya dalam waktu singkat.
Pada momen ini, Pemerintah Kota Samarinda memberikan kelonggaran kepada para pedagang untuk berjualan di atas trotoar, meskipun aktivitas tersebut biasanya dilarang pada hari biasa.
Baca Juga
Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif kepada para pedagang.
“Pak Wali Kota menginstruksikan agar pedagang tidak ditertibkan untuk tidak berjualan, melainkan ditata supaya rapi,” jelas Anis.
Ia menambahkan, pedagang diperbolehkan berjualan di trotoar hanya untuk satu hari dengan syarat menjaga kebersihan serta tidak mengganggu arus lalu lintas. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id
