Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Setelah membatalkan pembelian mobil dinas senilai Rp8,5 miliar, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, disebut akan menggunakan kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas kedinasannya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, usai rapat internal di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (2/3/2026).
“Dari hasil rapat tadi, Pak Gubernur masih berkenan menggunakan mobil pribadinya. Ditambah mobil lama yang memang masih ada. Walaupun belum sepenuhnya layak, tetap bisa digunakan sebagai back up. Jadi ada dua kendaraan,” ujarnya.
Faisal menjelaskan, Pemprov Kaltim telah mengirimkan surat kepada pihak penyedia sejak Jumat lalu terkait pengembalian kendaraan tersebut. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu balasan resmi.
“Kalau secara internal kami sudah diskusi, tapi masih menunggu surat balasan resmi. Kalau memang mereka setuju, kami kembalikan,” sambungnya.
Baca Juga
Ia menambahkan, apabila proses serah terima pembatalan disepakati dan berita acara diterbitkan, maka pihak penyedia wajib mengembalikan dana ke kas daerah paling lambat 15 hari setelahnya.
Pengembalian mobil tersebut ditargetkan selesai sebelum 20 Maret 2026. Hal ini agar laporan neraca Pemprov Kaltim yang menyajikan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas—yang harus disampaikan pada 30 Maret—tidak lagi memuat pembelian kendaraan tersebut.
Menurut Faisal, langkah ini telah sesuai dengan ketentuan serta saran dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), dengan catatan disepakati kedua belah pihak.
Baca Juga
“Mobilnya masih di Jakarta, masih dalam kondisi terbungkus, belum pernah dibawa ke Kaltim. Tapi karena aspirasi dari masyarakat, akhirnya beliau memutuskan mengembalikan mobil ini,” jelasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id
