Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur (DPRD Kaltim), Sabaruddin Panrecalle menilai pengelolaan Mal Lembuswana yang saat ini dipegang oleh PT Cipta Sumena Indah Satresna (CSIS) belum berjalan secara maksimal.
Ia pun mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk mencari investor baru yang dinilai mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan salah satu aset daerah tersebut.
“Menurut saya Mal Lembuswana ini sudah waktunya dievaluasi dan diberi perhatian khusus. Sejak dikelola oleh badan tertentu, saya rasa pengelolaannya belum maksimal,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Samarinda, belum lama ini.
Sebagai informasi, kerja sama pengelolaan antara Pemprov Kaltim dan pihak pengelola telah berlangsung sejak 1990. Perjanjian tersebut kemudian diperbarui melalui adendum pada 1995, 1996, dan terakhir pada 2006.
Masa berlaku adendum terakhir dijadwalkan berakhir pada 26 Juli 2026.
Baca Juga
Dengan berakhirnya masa kerja sama tersebut, Sabaruddin meminta pemerintah mulai mempersiapkan langkah untuk mencari pengelola baru yang lebih profesional.
“Kita harus mencari pengelola yang profesional dan akuntabel. Dari sisi pengalaman dan jam terbang juga harus benar-benar maksimal,” katanya.
Politisi Partai Gerindra itu menilai pusat perbelanjaan tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) apabila dikelola secara optimal.
Baca Juga
Ia pun mengusulkan agar proses pemilihan investor baru dilakukan melalui skema kontes atau kompetisi terbuka. Melalui mekanisme ini, para calon pengelola dapat bersaing dengan menawarkan gagasan, inovasi, serta konsep pengembangan yang lebih kreatif untuk mengelola aset tersebut.
Selain itu, skema tersebut juga dapat menguji kemampuan peserta dalam merencanakan pemanfaatan aset, termasuk potensi dampak finansial maupun manfaat bagi masyarakat.
“Saya pikir ini salah satu mal tertua di Samarinda, jadi kita harus membuat terobosan baru,” jelasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id
