Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Penjelasan PT PLN terkait pemadaman listrik bergilir di Samarinda dan sekitarnya menuai kritik dari Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi. Menurutnya, alasan kerusakan pembangkit yang disampaikan PLN belum menjawab keresahan maupun kerugian yang dialami masyarakat.
Sebelumnya, PLN menyatakan pemadaman terjadi akibat gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), sehingga pasokan listrik di sejumlah wilayah harus dipadamkan secara bergilir.
Namun, Purwadi menilai alasan tersebut merupakan dalih yang terus berulang setiap kali terjadi gangguan kelistrikan.
“Dulu saat terjadi blackout se-Kalimantan Timur hingga belasan jam, alasannya juga maintenance. Jadi jangan terus-menerus memakai alasan yang sama,” ujarnya di Samarinda beberapa waktu lalu.
Menurutnya, berulangnya kejadian tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan sistem cadangan yang dimiliki PLN sebagai perusahaan penyedia listrik milik negara.
“Jangan sampai seluruh sistem ikut lumpuh. Ini menurut saya memalukan,” katanya.
Purwadi menegaskan, masyarakat membayar layanan listrik sehingga berhak memperoleh pelayanan yang andal. Di sisi lain, pelanggan juga dikenai sanksi apabila terlambat membayar tagihan.
“Karena masyarakat membayar layanan ini, sudah seharusnya PLN memberikan pelayanan yang terbaik,” tegasnya.
Selain mengkritik PLN, Purwadi juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak tinggal diam. Menurutnya, pemerintah daerah perlu ikut mengawasi proses perbaikan maupun pemeliharaan sistem kelistrikan agar gangguan serupa tidak terus berulang.
Ia menilai pemadaman listrik menimbulkan efek domino terhadap aktivitas masyarakat, terutama pelaku usaha, mulai dari sektor mikro, usaha menengah, hingga industri besar yang bergantung pada pasokan listrik.
“Persoalan ini sudah ada di depan mata dan harus segera diselesaikan,” jelasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id