Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sabaruddin Pancrealle, menilai kenaikan harga sejumlah bahan pokok tidak selalu berdampak buruk.
Menurutnya, dalam kondisi tertentu kenaikan harga justru dapat menjadi kabar baik bagi para petani, terutama untuk komoditas seperti beras, cabai, dan bawang yang selama ini kerap mengalami penurunan harga saat masa panen.
“Selama ini petani cabai, bawang, maupun padi sering tidak memperoleh keuntungan yang memadai, akibat harga yang cenderung rendah saat panen,” tuturnya.
Oleh karena itu, menurutnya, kenaikan harga pada momen tertentu dapat menjadi kesempatan bagi para petani untuk meningkatkan pendapatan.
Terlebih, kenaikan tersebut umumnya tidak berlangsung lama dan biasanya hanya terjadi pada periode tertentu dalam satu tahun.
Baca Juga
Menurut Sabaruddin, kenaikan harga kebutuhan pokok bukan semata-mata dipicu oleh situasi global seperti peperangan. Ia menilai, kenaikan harga komoditas merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun.
Untuk itu, Politisi Partai Gerindra ini mendorong pemerintah untuk menyiapkan langkah-langkah yang berdampak secara sistemik, agar kondisi tersebut dapat dikendalikan dengan baik.
Dikatakannya, berbagai kebijakan yang pernah diambil sebelumnya, seperti pembatasan di wilayah tertentu, memang dapat memunculkan dampak lanjutan, termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang kemudian berpengaruh pada kenaikan harga bahan pokok.
Baca Juga
Kendati demikian, ia meminta, tidak melakukan aksi pembelian dalam jumlah besar atau panic buying. Ia, mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan, karena ketersediaan stok bahan pokok di Kalimantan Timur masih mencukupi.
“Kondisi pasokan di Kalimantan Timur masih terkendali dengan baik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan,” tambahnya.
Ia menegasakan, jika pemerintah daerah bersama pihak terkait juga terus memantau ketersediaan dan distribusi bahan pokok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari
