Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Satuan Lalu Lintas Polres Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan pola pengamanan khusus menghadapi libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Evaluasi dari momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu menjadi dasar utama, untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, khususnya menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kasatlantas Polres PPU, Dhedik IP, mengatakan pengalaman kemacetan parah di jalur Sepaku saat Nataru menjadi pelajaran penting. Saat itu, terjadi kepadatan signifikan akibat penutupan akses tol lebih awal dari informasi yang beredar di masyarakat.
“Evaluasi Nataru kemarin menjadi acuan kita. Salah satu penyebab kemacetan adalah perbedaan informasi soal waktu penutupan tol. Masyarakat menerima informasi pukul 18.00 WITA, tapi di lapangan sudah ditutup pukul 17.00 WITA,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penutupan lebih awal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dari pihak terkait, mengingat kondisi penerangan di ruas tol yang masih terbatas. Namun, perbedaan persepsi ini memicu penumpukan kendaraan. Untuk menghindari kejadian serupa, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan instansi terkait, agar penutupan akses tol dilakukan sesuai dengan informasi yang diterima publik.
“Ke depan disepakati penutupan dilakukan serentak pukul 18.00 WITA, baik dari arah Balikpapan maupun exit tol KIPP IKN,” jelasnya.
Arus Mudik Lebaran Diprediksi Tidak Setinggi Saat Nataru
Menghadapi libur panjang yang mencakup dua perayaan besar, yakni Nyepi dan Idul Fitri, Dhedik mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan lebih awal, guna menghindari lonjakan kendaraan pada waktu tertentu.
“Dengan cuti bersama yang panjang, kami harap masyarakat bisa mengatur jadwal mudik lebih fleksibel sehingga tidak terjadi penumpukan besar,” katanya.
Lebih lanjut, ia memprediksi volume kendaraan menuju IKN pada Lebaran tahun ini tidak setinggi saat Nataru. Pasalnya, pada akhir tahun lalu terdapat dua momentum besar sekaligus, yakni kunjungan masyarakat ke IKN dan kegiatan keagamaan Haul Guru Sekumpul yang dihadiri jutaan jamaah.
“Kalau Nataru kemarin itu bersamaan dengan kegiatan besar keagamaan, jumlahnya bisa mencapai 4 sampai 5 juta orang. Sekarang tidak ada kegiatan sebesar itu, jadi diperkirakan lebih landai,” ungkapnya.
Meski demikian, pengamanan tetap difokuskan di sejumlah jalur strategis, seperti akses tol Pulau Balang, ruas Kilometer 38 menuju Sepaku dan KIPP, serta jalur darat dari arah Penajam, Paser, dan Kalimantan Selatan.
Dalam pelaksanaan pengamanan, Polres PPU juga menggelar Operasi Ketupat dengan mendirikan pos-pos pengamanan dan pos terpadu di sejumlah titik. Selain itu, pengamanan kawasan IKN dilakukan secara kolaboratif bersama Otorita IKN, TNI, dan Satgas Nusantara.
“Untuk pengamanan di kawasan IKN sendiri, kami melibatkan sekitar 70 personel yang fokus di titik-titik strategis,” jelasnya.
Sementara itu salah satu pengguna tol IKN-Balikpapan, Ahmad Maki mengatakan dirinya masuk melalui jalur manggar dan keluar di daerah tol Pulau Balang IKN. Tarif dikenakan sekitar Rp 16 ribu sekali jalan.
“Iya, saat di gerbang masuk tol Manggar, tap dan keluar dari jalur tol KIPP IKN ini, bayarnya sekitar Rp 16 ribu, lebih murah kalau kita bawa kendaraan pribadi ya,” tutupnya. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Devi Nila Sari