Kaltim.akurasi.id, Bontang – Rombongan Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komdigi yang dipimpin Kepala UPT Banjarmasin Syarifuddin berkunjung ke Kota Bontang dan menemui Wali Kota Neni Moerniaeni, Rabu (29/4/2026).
Didampingi beberapa instruktur, Syarifuddin memaparkan program BLSDM yang berkaitan dengan upaya memperkuat kompetensi digital ASN dan masyarakat. Beberapa program utama BPSDM Komdigi untuk ASN 2026 diantaranya:
Pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) – Government Transformation Academy (GTA)
DTS GTA merupakan program beasiswa pelatihan intensif yang dirancang khusus untuk ASN guna mendukung transformasi digital di pemerintahan. Pelatihan ini mencakup berbagai kompetensi seperti teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kehumasan digital, tata kelola.
Contoh materi yang diberikan seperti Pelatihan Generative AI, tujuannya untuk peningkatan kinerja dan produktivitas ASN. Pembekalan materi tersebut diberikan dalam bentuk learning path (jalur pembelajaran) berjenjang.
Program Literasi Digital ASN
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan ASN dalam menggunakan teknologi secara aman dan produktif. Pelatihan mencakup Digital Skill (keterampilan), Digital Ethic (etika), Digital Safety (keamanan), dan Digital Culture (budaya). Tema khusus berupa pelatihan singkat mengenai keamanan digital dan pelayanan publik berbasis AI.
Pelatihan Tematik Regional (Kerja Sama UPT)
BPSDM Komdigi bekerja sama dengan Balai Pelatihan SDM di daerah untuk mengadakan pelatihan khusus. Tujuannya meningkatkan kapasitas digital ASN di tingkat pemerintah daerah. Salah satu contohnya dengan memberikan pelatihan pemanfaatan AI untuk efisiensi kinerja ASN di pemerintah kabupaten/kota.
Inkubasi dan Pelatihan Khusus AI
Komdigi mengadakan pelatihan tematik lanjutan mengenai penggunaan AI untuk produktivitas kerja.
Menurut Syarifuddin, UPT BLSDM Komdigi UPT Banjarmasin yang menaungi wilayah kerja Kalimantan ini secara maksimal akan mendukung pencapaian target pelatihan talenta digital yang bervariasi sesuai dengan program dan kolaborasi yang dilakukan.
“Yaitu Target Kolaborasi Khusus, Target Program Spesifik, Target Nasional, dan Target Sarana,” jelasnya.
Dia menjelaskan, Target Kolaborasi Khusus yaitu Kemkomdigi bekerjasama dengan Pemprov Jawa Timur menargetkan 20 ribu talenta digital pada tahun 2026. Lalu Target Program Spesifik, terdapat rencana menghasilkan sekitar 30 ribu talenta digital melalui program khusus yang dikoordinasikan oleh BPSDM Komdigi di awal tahun 2026.
Sementara itu, Target Nasional yakni secara lebih luas, pemerintah memprediksi kebutuhan setidaknya 600 ribu tenaga ahli digital setiap tahunnya untuk mencapai 9 juta talenta digital pada tahun 2030. Terakhir, melalui Target Sarana Komdigi juga menargetkan 6 unit “Garuda Spark” beroperasi pada tahun 2026 untuk mendukung pencetakan talenta digital dan wirausaha.
Oleh karena itu BLSDM Komdigi melaksanakan beberapa pendekatan sebagai upaya tersebut. Diantaranya kerjasama pelatihan digital dengan pemerintah daerah, terutama dalam hal merekrut calon talent digital yang ada di lingkungan pemda.
Lalu Program Literasi Digital ASN yang bertujuan meningkatkan kemampuan ASN dalam menggunakan teknologi secara aman dan produktif. Pilar Literasi Digital: Pelatihan mencakup Digital Skill (keterampilan), Digital Ethic (etika), Digital Safety (keamanan), dan Digital Culture (budaya).
“Terakhir, membangun Corporate University, melalui akses pembelajaran online dengan pemberian sertifikat resmi pelatihan yang dapat diklaim sebagai pencapaian target Jam Pelajaran (JP) pengembangan kompetensi ASN,” ungkap Syarifuddin.
Sementara itu, Wali kota Bontang Neni Moerneaeni yang didampingi Kepala BKPSDM, Kepala Diskominfo, dan Kepala DKUMPP Bontang menyambut baik rencana kerjasama ini. Menurutnya ASN di Kota Bontang harus aktif menampilkan program kegiatan kepada publik dengan cara-cara digital yang santun, bermartabat dan transparan, dengan dikemas secara apik dan menarik tanpa meninggalkan jati diri seorang ASN yang BerAKHLAK.
Disamping itu, kata Neni, pertumbuhan perekonomian khususnya bagi pelaku usaha UMKM hendaknya juga dapat ditunjang melalui promosi dan pemasaran yang unik, berkelanjutan, yang mampu menjangkau konsumen secara luas.
“Sehingga peluang usaha yang dijalankan semakin laku di pasaran,” ucapnya.
Neni pun meminta seluruh perangkat daerah dengan dipelopori oleh BKPSDM dan Diskominfo untuk terus menggerakkan kemajuan talenta digital yang ada di Kota Bontang.
“Sehingga menjadikannya sebagai bagian untuk menunjang sukses program dan kegiatan pemerintah daerah, serta mendekatkan informasi kepada masyarakat,” tutupnya. (adv/bkpsdmbontang)
Penulis: Pewarta
Editor: Suci Surya Dewi