Harga Emas Perhiasan Turun, Waktunya Jual atau Beli?

Harga emas perhiasan terus merangkak turun. Apakah ini waktunya untuk jual atau membeli?
Devi Nila Sari
1.3k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Harga emas perhiasan di Samarinda merangkak turun. Penurunan harga emas perhiasan terpantau terjadi usai Lebaran, dan terus turun hingga hari ini.

Berdasarkan pantauan media ini, sebelum Lebaran emas kadar 883 persen atau biasa dikenal emas 23 sempat dijual dengan harga Rp2.600.000 per gramnya. Sementara hari ini, Kamis (30/4/2026), harga emas 23 dijual di kisaran Rp1.975.000 hingga Rp2.150.000 per gramnya.

Salah satu penjual emas di Pasar Pagi Samarinda, Indah (nama samaran) menyampaikan, penurunan harga emas terjadi secara konsisten usai Lebaran.

“Iya, harganya turun terus sejak selesai Lebaran kemarin,” kata dia.

Tak hanya harga emas perhiasan kadar 833, perhiasan kadar 750 dan 700 persen juga ikut turun. Jika sebelumnya perhiasan kadar 750 sempat dijual Rp2.200.000 per gram, maka saat ini harganya di kisaran Rp1.900.000 per gram.

Sementara perhiasan kadar 700 atau biasa dikenal dengan emas 22 yang sebelumnya sempat dijual Rp2.100.000 per gram, sekarang berada di kisaran Rp1.800.000 per gramnya.

Meski harga perhiasan turun, Vika, salah satu pengunjung toko mengaku, belum tertarik untuk melakukan pembelian. Dikatakannya, kedatangannya kali ini untuk menjual perhiasan yang ia miliki.

“Sebenarnya sayang, karena harga emas lagi turun. Harusnya ini saatnya membeli. Tapi mau bagaimana lagi, karena lagi butuh banget, terpaksa saya jual,” ungkapnya.

Meski mengaku sayang, namun ia tak terlalu bersedih. Lantaran toko emas langganannya masih memberikan harga yang pantas. Hal ini lantaran ia menjual perhiasan di toko tempatnya membeli, lengkap dengan surat pembelian.

“Saya beli 2022, dijual sekarang untungnya masih lumayan, dua kali lipat. Kalau saya jual kemarin (saat harga emas naik), pasti untungnya bisa lebih,” ujarnya.

Sebagai catatan, harga bisa berubah sewaktu-waktu dan setiap toko bisa menjual dengan harga yang berbeda. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana