Jembatan Sungai Riko Dikebut, Review Rp8 M Ditarget Tuntas Tahun Ini

Pemkab PPU mempercepat tahapan review Jembatan Sungai Riko senilai hampir Rp8 miliar sebagai pintu masuk pembangunan fisik yang diproyeksikan menelan anggaran hingga Rp1 triliun.
Fajri
By
2.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong percepatan pembangunan Jembatan Sungai Riko sebagai infrastruktur strategis penunjang konektivitas dan pemerataan pembangunan.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan saat ini proses pembangunan masih berada pada tahap review yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Ini masih dalam tahapan. Lelang review jembatan sudah dilaksanakan oleh pemerintah provinsi. Karena keterbatasan anggaran, kami meminta bantuan Pemprov Kaltim untuk melaksanakan review Jembatan Sungai Riko,” ujar Mudyat.

Ia menjelaskan, proses review tersebut membutuhkan anggaran yang tidak kecil, yakni hampir Rp8 miliar. Oleh karena itu, Pemkab PPU juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memastikan tahapan ini dapat segera diselesaikan.

“Mudah-mudahan sebelum akhir tahun pekerjaan review ini sudah rampung. Karena memang biayanya cukup besar, hampir Rp8 miliar,” katanya.

Menurutnya, Jembatan Sungai Riko memiliki peran vital sebagai penghubung antarwilayah sekaligus membuka akses baru bagi pemerataan pembangunan di PPU.

“Jembatan ini menjadi urat nadi dalam membuka akses dan menjaga pemerataan pembangunan. Karena itu, terus kita dorong percepatannya,” ucapnya.

Setelah tahapan review selesai, Pemkab PPU berencana menyerahkan hasilnya kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendorong pembangunan fisik.

“Kalau review sudah selesai, kita serahkan ke kementerian agar pembangunan fisiknya bisa dibantu. Karena kebutuhan anggarannya cukup besar, sekitar Rp1 triliun,” jelasnya.

Mudyat menambahkan, komunikasi dengan pemerintah pusat sejauh ini berjalan positif. Kementerian disebut telah memberikan sinyal dukungan terhadap proyek strategis tersebut.

“Dari kementerian sudah positif. Kita diminta menyelesaikan review dulu. Setelah itu baru diserahkan. Mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan,” jelasnya. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana