Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Rapat koordinasi pimpinan DPRD Kalimantan Timur yang membahas pengusulan hak angket berlangsung panas. Adu argumen terjadi antara Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Akhmed Reza Fachlevi, dengan Anggota Fraksi Golkar, Syahariah Mas’ud.
Ketegangan itu dipicu pernyataan Syahariah di grup WhatsApp internal DPRD yang menuding Reza sebagai pihak paling ambisius dalam mendorong percepatan pembahasan hak angket.
Menanggapi hal tersebut, Reza tak membantah. Ia mengakui memang menjadi salah satu pengusul agar agenda hak angket dimasukkan dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus).
“Memang saya memperjuangkan hak masyarakat Kaltim agar bisa dimasukkan ke dalam jadwal Banmus,” ujarnya usai rapat koordinasi, Senin (4/5/2026).
Namun, Reza menyayangkan pernyataan Syahariah di grup WhatsApp yang dinilainya tidak pantas. Dalam pesan tersebut, Syahariah menyinggung sikap Reza yang dianggap vokal namun tidak terlihat saat aksi massa berlangsung.
Menurut Reza, persoalan kehadiran fraksi dalam aksi merupakan urusan internal masing-masing partai, sehingga tidak seharusnya menjadi bahan sindiran.
“Masalah itu dapur masing-masing fraksi. Tidak perlu dicampuri,” tegasnya.
Ia juga membalikkan kritik dengan menyebut bahwa justru pihaknya selama ini aktif turun menemui massa aksi dan mendengar aspirasi masyarakat. Sementara itu, menurutnya, tidak semua fraksi menunjukkan hal serupa.
“Selama ini kami yang sering turun. Sesekali mereka juga harus menghadapi langsung pendemo,” tambahnya.
Lebih jauh, Reza menegaskan bahwa dorongan penggunaan hak angket bukan sekadar kepentingan politik, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap aspirasi publik yang berkembang.
“Hak angket ini amanah masyarakat. Sekarang kita tinggal menunggu prosesnya di pimpinan untuk dijadwalkan dalam Banmus,” jelasnya.
Diketahui, usulan hak angket DPRD Kaltim saat ini masih berada dalam tahap pengagendaan dan menunggu pembahasan lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku di internal dewan. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id