Kaltim.akurasi.id, Bontang – Komisi B DPRD Bontang menyoroti pengelolaan fasilitas olahraga, kebijakan retribusi, hingga kesiapan anggaran menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 dalam rapat bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang.
Dalam rapat tersebut, Komisi B meminta Dispopar tidak hanya mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga memastikan pembinaan olahraga prestasi tetap menjadi prioritas utama.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menegaskan kebijakan penarikan retribusi terhadap fasilitas olahraga harus dikaji secara hati-hati agar tidak membebani atlet maupun cabang olahraga yang tengah melakukan pembinaan.
“Jangan sampai orientasi PAD justru menghambat pembinaan olahraga. Kita ingin prestasi tetap berjalan, tapi pengelolaan aset daerah juga harus maksimal,” ujar Rustam, Selasa (12/5/2026).
Dalam pemaparan Dispopar, hingga Mei 2026 realisasi PAD dari pengelolaan aset olahraga tercatat mencapai Rp66,6 juta. Pendapatan tersebut berasal dari pengelolaan tujuh sarana olahraga utama daerah, seperti Sport Center, Lapangan Tenis, Stadion Taman Prestasi, hingga Lapangan Bola Tanjung Laut.
Dispopar juga memaparkan uji coba penarikan retribusi wisata di Bontang Kuala yang dalam dua hari mampu menghasilkan lebih dari Rp7,5 juta dari total 1.525 pengunjung.
Namun demikian, Rustam mengingatkan agar pemerintah tidak “berbisnis” dengan masyarakat, khususnya untuk fasilitas olahraga yang digunakan atlet daerah berlatih.
Menurutnya, fasilitas olahraga publik tetap harus memberi ruang bagi pembinaan atlet, terlebih menjelang Porprov 2026 yang membutuhkan persiapan matang.
Sementara itu, Kepala Dispoparekraf Bontang, Eko Mashudi menjelaskan pihaknya akan lebih selektif dalam memberangkatkan atlet ke Porprov. Atlet yang dikirim diprioritaskan mereka yang memiliki peluang medali berdasarkan hasil kejuaraan sebelumnya.
“Untuk Porprov nanti kita fokus pada cabang olahraga yang memang berpotensi meraih medali. Jadi atlet yang berangkat benar-benar hasil verifikasi dan punya capaian prestasi,” Eko.
Ia mencontohkan atlet peraih emas, perak, dan perunggu pada ajang sebelumnya dipastikan masuk prioritas pemberangkatan. Sedangkan cabang olahraga beregu seperti sepak bola, futsal, dan voli tetap akan diberangkatkan karena menjadi olahraga yang diminati masyarakat.
Dalam rapat itu juga terungkap kebutuhan anggaran pemberangkatan kontingen Porprov mencapai sekitar Rp7 miliar. Anggaran tersebut belum termasuk bonus atlet. Pihak DPRD memastikan akan ikut mengawal kebutuhan anggaran tersebut melalui pembahasan perubahan anggaran.
“Kalau memang untuk kepentingan prestasi daerah, tentu akan kita perjuangkan bersama. Tapi administrasi dan pengusulannya juga harus lengkap,” kata Rustam. (adv/dprdbontang/cha/uci)
Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi