Kaltim.akurasi.id, Bontang – Rencana pengembangan kawasan wisata Kanaan di Kota Bontang dengan skema multiyears terpaksa dihentikan akibat keterbatasan anggaran daerah. Kondisi tersebut menjadi salah satu dampak penurunan kemampuan fiskal yang kini dihadapi Pemerintah Kota Bontang.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengatakan program pengembangan kawasan wisata Kanaan sebelumnya dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata sekaligus menjadi sumber pendapatan daerah di masa mendatang.
“Multiyears untuk kawasan wisata Kanaan itu sebenarnya konsepnya bagus sekali. Bisa jadi kawasan wisata, sumber air, dan mendukung banyak sektor lainnya,” ujarnya.
Menurut Rustam, proyek tersebut awalnya dirancang dengan skema pembangunan bertahap selama tiga tahun. Namun, penyesuaian anggaran yang terjadi membuat pemerintah harus mengkaji ulang pelaksanaannya.
Ia menjelaskan, turunnya pendapatan daerah membuat sejumlah program prioritas terpaksa ditunda atau dialihkan ke skema pembangunan tahunan (single year). Kondisi itu juga berdampak pada beberapa proyek lain yang sebelumnya telah direncanakan dalam APBD.
“Daya anggaran kita sekarang berkurang cukup besar, jadi ada beberapa program yang harus disesuaikan. Kalau tetap dilaksanakan mungkin dilakukan bertahap,” katanya.
Rustam menyebut selama ini Kota Bontang cukup bergantung pada dana bagi hasil (DBH) yang nilainya pernah mencapai triliunan rupiah. Ketika penerimaan daerah mengalami penurunan, kemampuan pemerintah untuk menjalankan proyek-proyek besar otomatis ikut terdampak.
Meski demikian, ia menilai pengembangan kawasan Kanaan tetap penting untuk dipertimbangkan kembali di masa mendatang. Sebab, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi strategis sebagai destinasi wisata baru sekaligus ruang publik bagi masyarakat.
Selain itu, pengembangan kawasan wisata juga diyakini mampu memberikan efek ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan UMKM di sekitar lokasi. Karena itu, mewakili DPRD Bontang, pihaknya berharap pemerintah tetap memasukkan program tersebut dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.
“Kalau pariwisata berkembang, efeknya besar ke masyarakat. UMKM hidup, ekonomi bergerak, dan PAD juga bisa meningkat,” jelasnya. (adv/dprdbontang/cha/uci)
Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi