Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Rencana revitalisasi SMP 24 Samarinda hingga kini masih belum menemui kepastian. Padahal, usulan pembangunan dan penanganan sekolah yang kerap terdampak banjir tersebut telah diajukan sejak masa kepemimpinan Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, hingga kini Wali Kota Samarinda Andi Harun menjabat untuk kedua kalinya.
Sekolah yang berlokasi di Jalan P Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, itu hampir setiap tahun dilanda banjir saat hujan deras. Meski berbagai upaya penanganan telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, genangan air masih menjadi persoalan yang terus berulang.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah berulang kali menyampaikan permohonan revitalisasi kepada pemerintah daerah. Bahkan, sejak 2014 pada masa Kepala SMP 24 Siswanto, proposal pembangunan telah disampaikan kepada DPRD maupun wali kota.
“Usulan tersebut terus diperbarui hingga sekarang, tetapi persoalannya tetap sama, yaitu anggaran dan lokasi,” kata Sri Puji.
Revitaliasasi SMP 24 Bakal Diprioritaskan Tahun Ini, Namun Terkendala Keuangan Daerah
Dia menambahkan, DPRD selama ini terus mendorong agar SMP 24 menjadi salah satu prioritas pembangunan pendidikan di Kota Samarinda. Persoalan sekolah tersebut juga kerap disampaikan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) wali kota maupun Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Kami hanya bisa mengusulkan dan memberikan rekomendasi. Yang menentukan prioritas pembangunan adalah pemerintah kota sebagai eksekutor,” tegasnya.
Kader Partai Demokrat ini menjelaskan, revitalisasi SMP 24 sebenarnya sempat masuk dalam daftar prioritas pembangunan pada 2025 hingga 2026. Namun, rencana tersebut kembali tertunda karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Kondisi itu diperparah dengan adanya pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) dan kebijakan efisiensi anggaran.
Selain faktor anggaran, kondisi geografis sekolah juga menjadi tantangan tersendiri. Lokasi SMP 24 berada di kawasan cekungan yang dikelilingi permukiman dan jalan dengan elevasi lebih tinggi. Situasi tersebut membuat sekolah menjadi titik kumpul air saat hujan deras terjadi.
“Pembangunannya membutuhkan biaya yang cukup besar karena tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga harus mempertimbangkan penanganan banjir di kawasan sekitarnya,” jelasnya.
Meski demikian, DPRD Samarinda mengaku akan terus mendorong agar revitalisasi SMP 24 dapat segera direalisasikan. Saat ini, langkah yang masih memungkinkan dilakukan pemerintah adalah penanganan dan perbaikan terbatas melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Kami tetap konsisten mendorong agar SMP 24 mendapat perhatian dan menjadi prioritas dalam program pembangunan pemerintah kota,” tandasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari