Kaltim.akurasi.id, Penajam – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah ini untuk mendukung program penanaman kelapa genjah melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR.
Hal itu disampaikannya usai kegiatan penanaman kelapa genjah yang melibatkan sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Rabu (23/06/2026).
“Insya Allah ini tidak hanya di Penajam Paser Utara. Semuanya akan kita wajibkan membantu penanaman melalui tanggung jawab sosial lingkungan,” kata Rudy.
Menurutnya, kelapa genjah memiliki potensi ekonomi yang besar, karena mulai berproduksi dalam waktu sekitar tiga tahun dan cocok dikembangkan di wilayah pesisir.
“Kelapa genjah waktunya hanya tiga tahun dan produktivitasnya sangat tinggi. Serta sangat bermanfaat untuk masyarakat, terutama daerah pesisir,” ujarnya.
Rudy menegaskan, pengembangan industri pengolahan kelapa baru dapat dilakukan apabila ketersediaan bahan baku telah mencukupi.
“Industrinya bisa terbentuk kalau bahan bakunya siap. Hari ini bahan bakunya belum pernah ditanam,” tegasnya.
Ia juga menyebut, program penanaman kelapa akan diperluas ke berbagai wilayah di Kalimantan Timur, termasuk di sepanjang jalan provinsi dan kawasan pesisir.
Selain itu, Rudy mengingatkan, bahwa pelaksanaan CSR atau TJSL merupakan kewajiban seluruh perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Timur, baik sektor perkebunan, pertambangan maupun migas.
“Itu wajib dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di seluruh wilayah Kalimantan Timur,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir mengatakan, terdapat 200 bibit Kelapa Genjah yang ditanam dan berasal dari TJSL perusahaan PT Mandiri Migas Pratama (MMP) dan PT Kebun Mandiri Sejahtera (KMS).
“Kita pilih varietas ini karena paling mudah berkembang, hanya sekitar 3-4 tahun sudah dapat dipanen,” tutupnya. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Devi Nila Sari