Lagi! 0,5 Hektare Lahan di PPU Dibakar

BPBD PPU temukan bekas aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar seluas kurang lebih 0,5 hektare.
Devi Nila Sari
1.7k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menemukan bekas aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Saat melakukan ground check terhadap tiga titik hotspot yang terdeteksi satelit BMKG Balikpapan di Kecamatan Penajam.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan pemeriksaan lapangan dilakukan pada Selasa (7/7/2026) sebagai tindak lanjut atas laporan titik panas yang terpantau melalui satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 pada 5-6 Juli 2026.

“Hasil ground check menunjukkan dua titik hotspot yang semula terdeteksi di Kelurahan Nenang ternyata berada di area perkebunan Kelurahan Nipah-Nipah. Di lokasi ditemukan bekas aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar seluas kurang lebih 0,5 hektare,” ujarnya dalam laporan Pusdalops BPBD PPU.

Menurut Nurlaila, material yang terbakar berupa semak belukar dan pepohonan. Meski demikian, saat tim tiba di lokasi tidak ditemukan lagi titik api maupun kepulan asap.

“Pada saat pemeriksaan, kondisi di lokasi sudah tidak terpantau adanya asap maupun titik api,” katanya.

Selain itu, BPBD juga memeriksa satu titik hotspot lain yang terpantau pada 6 Juli 2026. Berdasarkan hasil pengecekan, lokasi tersebut berada di area perkebunan RT 02, Kelurahan Nenang.

Di lokasi itu, petugas menemukan sisa pembakaran berupa tumpukan semak belukar dan pepohonan, yang diduga merupakan hasil pembukaan lahan secara terbatas dengan luas sekitar 60 meter persegi atau 0,006 hektare.

“Di titik tersebut juga tidak ditemukan lagi aktivitas kebakaran. Yang tersisa hanya bekas material pembukaan lahan yang telah dibakar,” jelasnya.

BPBD menyebut, akses menuju dua titik pertama dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sementara untuk titik di RT 02 Kelurahan Nenang, tim harus berjalan kaki sekitar 600 meter dari akses kendaraan roda empat.

Nurlaila menambahkan, BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik hotspot yang terdeteksi BMKG sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada musim kemarau.

“Kami terus memantau perkembangan hotspot dan melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran yang dapat meluas,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana