Belum Ada Investor, Rencana Kantong Parkir Truk Kontainer di Samarinda Masih Menggantung

Rencana pembangunan kantong parkir truk kontainer di Samarinda masih sekadar rencana. Sebab, sampai saat ini belum ada investor yang melakukan pengajuan resmi.
Devi Nila Sari

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Rencana pembuatan kantong parkir truk kontainer di Samarinda masih menggantung. Hal tersebut belum dapat direalisasikan karena belum ada pengajuan resmi dari pihak investor.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan, hingga kini pembangunan kantong parkir masih berada pada tahap pembahasan awal. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda juga belum menerima penawaran resmi dari investor atau pihak ketiga yang akan terlibat dalam pembangunan maupun pengelolaan fasilitas tersebut.

“Nanti akan ada investor atau pihak ketiga yang mungkin mengajukan penawaran terlebih dahulu. Kemudian dibahas bersama pemerintah kota dan operator parkir. Jadi saat ini masih sebatas pembahasan,” katanya.

Ia menambahkan, sebelum rencana tersebut direalisasikan, pemerintah juga perlu berkoordinasi dengan para pemilik lahan dan pelaku usaha pergudangan, termasuk pemilik armada truk.

Kesiapan para pelaku usaha untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, termasuk kesediaan terhadap skema tarif yang akan diterapkan, menjadi salah satu pertimbangan penting.

“Pemilik truk juga harus kita komunikasikan, apakah mereka bersedia atau tidak dengan tarif yang nantinya ditetapkan. Jadi semuanya masih dalam proses pembahasan,” jelasnya.

Selain menjadi solusi penataan parkir truk kontainer di kawasan Pergudangan Sungai Kunjang, keberadaan kantong parkir juga diharapkan dapat mengurangi aktivitas parkir di badan jalan yang selama ini kerap menimbulkan kemacetan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di Jalan Ir. Sutami maupun Jalan Teuku Umar.

Namun, Dishub memastikan seluruh rencana tersebut baru dapat dilanjutkan setelah seluruh tahapan pembahasan dan koordinasi dengan pihak terkait rampung.

Lebih lanjut, Manalu mengatakan, rencana pembangunan kantong parkir tersebut tidak akan berbenturan dengan wacana integrasi kawasan pergudangan di Palaran.

Menurutnya, kedua program tersebut justru saling mendukung dalam upaya menata sistem distribusi logistik dan mengurangi lalu lintas kendaraan bertonase besar di kawasan perkotaan.

“Kalau masalah usulan itu, nanti kita rapatkan dulu. Usulan dari kami di dishub kawasan pergudangan dipindahkan ke Palaran, supaya tidak ada lagi kendaraan-kendaraan besar yang masuk ke jalan-jalan perkotaan,” ujarnya.

 (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana