Usai Kabel Dicuri Berkali-kali, Pemkot Samarinda Pasang 4 CCTV Baru di Jembatan Mahkota II

Pemkot Samarinda memperketat pengamanan Jembatan Mahkota II setelah aksi pencurian kabel listrik berulang kali membuat lampu penerangan padam selama berbulan-bulan. Empat kamera CCTV baru akan dipasang di titik strategis untuk memantau setiap aktivitas yang keluar masuk kawasan jembatan.
Fajri
By
1 View

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan memasang empat unit kamera pengawas (CCTV) tambahan di kawasan Jembatan Mahkota II sebagai upaya memperkuat pengamanan aset daerah. Langkah ini diambil setelah pencurian kabel listrik berulang kali terjadi dan menyebabkan lampu penerangan di jembatan tersebut padam selama berbulan-bulan.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Suparmin, menjelaskan penanganan persoalan tersebut dilakukan melalui pembagian tugas antara dua organisasi perangkat daerah (OPD).

Dinas Perhubungan (Dishub) bertanggung jawab mengganti jaringan kabel yang hilang sekaligus memulihkan fungsi penerangan jalan. Sementara itu, Diskominfo mendapat mandat memperkuat sistem pengawasan melalui pemasangan CCTV.

“Diskominfo diberi mandat memperkuat sistem pengawasan melalui pemasangan CCTV,” ujar Suparmin.

Ia menjelaskan, empat unit CCTV akan dipasang di titik-titik akses masuk atau gate menuju Jembatan Mahkota II. Seluruh kamera akan difokuskan untuk memantau aktivitas keluar-masuk kendaraan maupun orang sehingga aktivitas mencurigakan dapat terdeteksi lebih cepat.

“Ada empat titik. Rata-rata dipasang di pintu masuk atau gate. Mudah-mudahan pemasangannya bisa dilakukan pada Agustus ini,” katanya.

Menurut Suparmin, pemasangan CCTV merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Samarinda dalam rapat bersama Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP). Dalam rapat tersebut, seluruh OPD diminta menyusun langkah konkret untuk memperkuat pengamanan aset milik pemerintah daerah.

“Perintahnya adalah bagaimana mengamankan aset-aset pemerintah. Permasalahan utamanya kan kabelnya dicuri,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kabel yang hilang bukan dalam jumlah kecil. Panjang kabel yang dicuri diperkirakan mencapai beberapa kilometer sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan administrasi dan penganggaran.

Meski demikian, berdasarkan informasi yang diterimanya, Dishub Samarinda kini telah siap melakukan penggantian jaringan kabel agar lampu penerangan di Jembatan Mahkota II dapat kembali berfungsi.

Suparmin menilai sistem pengawasan yang ada saat ini belum cukup efektif. Posisi kamera yang terpasang sebelumnya berada terlalu tinggi sehingga tidak mampu menangkap identitas pelaku secara optimal.

Karena itu, Diskominfo juga mempertimbangkan pengembangan sistem early warning atau peringatan dini yang dapat memberikan notifikasi kepada petugas ketika terdeteksi aktivitas mencurigakan di sekitar jembatan.

“Jadi ketika ada aktivitas yang mencurigakan, sistem diharapkan bisa langsung memberikan alert. Itu yang sedang kami pikirkan untuk pengembangan berikutnya,” jelasnya.

Ia memastikan proses pemasangan CCTV tidak akan memakan waktu lama. Sebab, sistem Video Management System (VMS) telah terintegrasi dengan server Diskominfo dan jaringan serat optik di sekitar lokasi juga sudah tersedia. Selain itu, proses pengadaan perangkat CCTV telah memasuki tahap kontrak.

“Jadi tinggal menunggu penyedia menyelesaikan pekerjaannya. Secara sistem sebenarnya sudah siap,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Samarinda juga memastikan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 juta untuk mengganti jaringan kabel listrik sekaligus merevitalisasi lampu penerangan jalan di sepanjang Jembatan Mahkota II. Anggaran tersebut difokuskan untuk pemulihan fungsi Penerangan Jalan Umum (PJU), bukan lampu tematik yang menjadi bagian dari konstruksi jembatan. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana