Seragam Gratis Kaltim Belum Merata, Baru 500 Paket Disalurkan ke 3 Daerah

Program seragam gratis bagi siswa baru SMA/SMK di Kalimantan Timur belum sepenuhnya terealisasi meski tahun ajaran 2026/2027 telah dimulai. Hingga awal Agustus, baru sekitar 500 paket seragam yang tersedia dan mulai didistribusikan ke sejumlah sekolah di Samarinda, Tenggarong, dan Sangatta.
Fajri
By

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Program seragam gratis bagi peserta didik baru jenjang SMA/SMK di Kalimantan Timur belum sepenuhnya terealisasi meski Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 telah rampung dan siswa mulai mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengatakan proses penyaluran seragam gratis masih berlangsung. Saat ini, sekitar 500 paket seragam telah tersedia dan mulai didistribusikan ke sejumlah sekolah.

“Barang juga sudah siap, ada sekitar 500, sudah datang. Ini sudah dikirim ke sekolah,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, sekolah penerima bantuan saat ini tengah menyiapkan data pembagian seragam berdasarkan kelas dan jenis kelamin siswa. Data tersebut diperlukan agar distribusi seragam dapat dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

Namun, 500 paket seragam yang tersedia pada tahap awal belum mencakup seluruh sekolah di Kaltim. Penyaluran sementara baru dilakukan di tiga wilayah, yakni Samarinda, Tenggarong, dan Sangatta.

“Baru Samarinda, kita bagi tiga: Samarinda, Tenggarong, sama Sangatta. Tapi baru yang ini saja yang bisa kita bagi, mungkin satu-satu dulu, satu-satu sekolah dulu,” katanya.

Rahmat mengatakan penyaluran akan dilakukan secara bertahap mengikuti ketersediaan barang. Setiap kali pasokan seragam tiba, Disdikbud Kaltim akan langsung mendistribusikannya ke sekolah yang belum menerima.

“Yang penting nanti intinya, kalau ada barang datang, langsung kita salurkan ke sekolah,” tutur Rahmat.

Sementara itu, sekolah-sekolah di wilayah lain masih menunggu tahap distribusi berikutnya. Penyaluran akan disesuaikan dengan ketersediaan paket seragam yang datang.

Rahmat menargetkan seluruh sekolah di Kaltim dapat menerima bantuan seragam gratis pada September hingga Oktober 2026. Ia menyebut kondisi geografis Kaltim menjadi salah satu tantangan dalam proses distribusi, terutama untuk sekolah yang berada di wilayah dengan akses cukup jauh.

“Mungkin sekitar September, Oktober itu mudah-mudahan sudah bisa semua,” sebutnya.

Ia menjelaskan, sejumlah sekolah membutuhkan waktu tempuh hingga dua sampai tiga hari perjalanan. Karena itu, distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan barang dan akses menuju sekolah penerima.

Rahmat menambahkan, sekolah yang menerima bantuan lebih dahulu bukan ditentukan berdasarkan urutan wilayah, melainkan menyesuaikan dengan ketersediaan dan kedatangan barang.

Program seragam gratis tersebut hanya diperuntukkan bagi siswa baru, bukan seluruh peserta didik yang telah bersekolah. Bantuan yang diberikan berupa seragam putih abu-abu, sepatu, dan tas. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana