Tak Sekadar Urusan Keagamaan, Organisasi Gereja Punya Peran Sosial di Kaltim

Organisasi keagamaan dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui berbagai aktivitas pelayanan dan pembinaan.
Devi Nila Sari
1.8K Views

Kaltim.Akurasi.id, Samarinda – Organisasi keagamaan dinilai memiliki ruang kontribusi yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya berkaitan dengan pelayanan keagamaan, namun peran dalam membangun kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan, hingga mendukung kehidupan masyarakat juga dinilai penting untuk terus dikembangkan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Kaltim di GKII Mazmur Temindung, Samarinda.

Menurut Ekti, organisasi keagamaan mempunyai posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui berbagai aktivitas pelayanan dan pembinaan.

Ia mengatakan, nilai kebersamaan, kepedulian, serta semangat melayani yang dibangun organisasi keagamaan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

“Organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan pelayanan,” ujar Ekti.

Ekti menyebut, peran tersebut juga membuka ruang bagi organisasi keagamaan untuk menjadi mitra pemerintah, dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Kolaborasi tersebut, kata dia, tidak harus selalu berada dalam bentuk program pemerintahan, tetapi dapat dilakukan melalui kontribusi organisasi dalam membangun kepedulian dan memperkuat solidaritas di lingkungan masyarakat.

Ia menilai, keberadaan organisasi keagamaan dapat menjadi salah satu kekuatan sosial yang membantu menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih peduli dan saling mendukung.

“Organisasi keagamaan juga menjadi mitra penting pemerintah dalam membangun kehidupan sosial masyarakat di Kalimantan Timur,” katanya.

Dalam forum itu, jajaran pimpinan GKII membahas sejumlah agenda kelembagaan dan program kerja, termasuk pembagian tugas pengurus serta penguatan arah pelayanan organisasi.

Selain membahas program kerja, Rapimwil juga menjadi bagian dari proses penguatan kelembagaan GKII Kaltim melalui agenda pemilihan Ketua Sekolah Tinggi Teologi (STT) Tenggarong dan Ketua Yayasan Karya Kasih Kaltim.

Ekti berharap, penguatan kelembagaan tersebut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kontribusi organisasi terhadap jemaat dan masyarakat.

Dengan demikian, keberadaan organisasi keagamaan tidak hanya dirasakan dalam lingkup internal, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan sosial masyarakat di Kalimantan Timur. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana