Andi Harun Tantang Sopir Bongkar Oknum Dishub yang Diduga Pungli

Dugaan pungutan terhadap sopir truk oleh oknum yang disebut berasal dari Dishub Samarinda mendapat respons keras Wali Kota Andi Harun. Ia meminta sopir yang merasa menjadi korban untuk menunjukkan bukti dan menghadirkan saksi, seraya menjanjikan sanksi berat jika dugaan tersebut terbukti.
Fajri
By
3.2K Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dugaan pungutan terhadap sopir truk oleh oknum yang disebut berasal dari Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Andi Harun meminta para sopir yang mengaku pernah dimintai uang oleh oknum Dishub untuk menunjukkan bukti atau menghadirkan saksi. Ia menegaskan, laporan tersebut akan ditindaklanjuti apabila disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pernyataan itu disampaikan Andi Harun saat bertemu dengan sejumlah sopir truk yang menyampaikan berbagai keluhan terkait tata kelola distribusi BBM bersubsidi di Samarinda.

Ia memastikan tidak akan melindungi aparat apabila terbukti melakukan pungutan terhadap sopir. Bahkan, Andi Harun menyatakan siap memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Hal ini juga berlaku apabila ada di antara sopir yang pernah dimintai uang. Kalau memang ada, saya tidak akan meninggalkan tempat ini sebelum memberikan perintah untuk menjatuhkan sanksi seberat-beratnya,” tegas Andi Harun.

Andi Harun kemudian meminta sopir yang merasa menjadi korban untuk menyampaikan identitas petugas yang diduga melakukan pungutan.

Menurutnya, laporan mengenai dugaan pungli tidak cukup hanya disampaikan secara lisan. Bukti maupun kesaksian diperlukan agar pemerintah dapat melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan secara objektif.

“Kalau memang ada yang mau menjadi saksi, silakan maju ke sini. Siapa orangnya yang benar-benar pernah meminta uang kepada kalian? Jangan hanya menyampaikan tuduhan. Sebutkan siapa orangnya,” ujarnya.

Ia juga meminta para sopir tidak ragu menyampaikan identitas petugas apabila memiliki bukti atau mengalami langsung dugaan pungutan tersebut.

Dugaan Jual Beli Kupon BBM

Selain dugaan pungutan, Andi Harun turut menanggapi laporan mengenai dugaan adanya oknum Dishub yang memperjualbelikan kupon BBM bersubsidi.

Menurutnya, informasi tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam pertemuan bersama para sopir. Namun, ia mengaku langsung meminta bukti atas laporan tersebut.

“Ada laporan dalam pertemuan bahwa ada oknum Dishub yang memperjualbelikan kupon BBM. Saya langsung menjawab pada saat itu, ‘Mana buktinya?’ Kalau ada buktinya, silakan tunjukkan di pertemuan ini,” katanya.

Andi Harun menegaskan pemerintah tidak akan melindungi aparat yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia kembali meminta para sopir menyampaikan bukti apabila mengetahui adanya oknum yang diduga melakukan pungutan atau praktik jual beli kupon.

“Saya tegaskan lagi sekarang, kalau ada di antara sopir yang berdiri maupun yang duduk di sini yang bisa menunjukkan siapa oknum Dishub yang bermain-main atau melakukan pungutan, saya tidak akan meninggalkan tempat ini sebelum memberikan sanksi,” tegasnya.

Di sisi lain, Andi Harun mengingatkan agar laporan mengenai dugaan pungutan tidak berkembang menjadi tuduhan tanpa dasar. Ia meminta setiap informasi disampaikan berdasarkan fakta dan bukti sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

“Tapi jangan melakukan fitnah. Ingat, fitnah. Dalam ajaran agama disebutkan bahwa fitnah itu lebih berat daripada pembunuhan,” jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana