Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menerima penghargaan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran operasional hulu migas, keselamatan jalur pipa, serta pengembangan lapangan migas di wilayah PPU.
Penghargaan itu diterima Mudyat dalam kegiatan Upstream Oil and Gas Executive Meeting Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) 2026 di Hotel Pullman Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/10/2026).
Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta. Selain Bupati PPU, penghargaan serupa juga diberikan kepada sejumlah kepala daerah di wilayah kerja SKK Migas Kalsul, termasuk Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud.
Mudyat mengapresiasi penghargaan tersebut. Menurutnya, apresiasi itu menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat koordinasi dengan SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dalam mendukung keberlangsungan industri hulu migas.
“Terima kasih kepada SKK Migas. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kerja sama dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung kegiatan usaha hulu migas yang aman dan berkelanjutan,” kata Mudyat.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri migas dapat terus ditingkatkan. Tidak hanya untuk menjaga kelancaran operasional, kerja sama tersebut juga diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi pembangunan daerah dan masyarakat.
Mudyat turut menekankan pentingnya koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Menurutnya, keselamatan jalur pipa, pengembangan wilayah operasi, hingga pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat membutuhkan dukungan dan komunikasi yang baik antarpihak.
“Kami berharap kerja sama ini terus berjalan dengan baik, termasuk dalam aspek keselamatan, pengembangan wilayah operasi, serta pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Dengan komunikasi dan koordinasi yang kuat, berbagai tantangan di lapangan dapat ditangani bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta, menyampaikan bahwa penghargaan kepada pimpinan daerah merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran operasional hulu migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Ia juga meminta seluruh KKKS menjaga komunikasi terbuka dengan pemerintah daerah. Informasi mengenai kegiatan operasional perlu disampaikan secara jelas, sementara berbagai persoalan yang muncul di wilayah kerja harus ditangani secara serius.
Menurut Eka, kegiatan usaha hulu migas membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, SKK Migas, dan pelaku industri untuk memperkuat ketahanan energi serta mewujudkan swasembada energi nasional.
Rudy juga menyoroti pentingnya transparansi informasi mengenai kegiatan operasional migas dan penerimaan daerah. Keterbukaan tersebut dinilai dapat memperkuat komunikasi sekaligus membangun pemahaman antara pemerintah daerah dan pelaku industri.
Ia berharap pengembangan industri migas di Kalimantan dan Sulawesi tidak hanya berfokus pada eksplorasi dan produksi, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri turunan, seperti petrokimia dan oleokimia.
Pengembangan sektor tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah dari potensi sumber daya alam daerah. (Adv/diskominfoppu/ns)
Editor: Devi Nila Sari