Banjir di Samarinda, BPBD Buka Dapur Umum untuk Warga Terdampak

Devi Nila Sari
277 Views

BPDB buka dapur umum untuk masyarakat yang terdampak banjir di Samarinda. Dapur umum ini terletak di dua titik, yaitu Sempaja dan Pampang.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Tingginya intensitas hujan di Samarinda, sejak Minggu (26/1/2025), membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Hal ini tidak hanya berdampak kepada lumpuhnya arus lalu lintas, namun juga aktivitas masyarakat yang berdomisili di sejumlah kawasan.

Sebagai informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda mencatat ada 22 titik banjir di kawasan ini. Dari Lempake, Sungai Siring, Bukuan, Air Putih, Air Hitam, Lembuswana, Pramuka, Gerilya, Lempake Jaya, Brigjen Katamso, Loa Janan Ilir, Damai, Loa Bakung, Bukit Pinang, Karang Asam Ulu, dan Sungai Keledang.

Dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Menindaklanjuti hal ini, BPBD membuka dapur umum bagi korban banjir untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso mengatakan, pihaknya telah membuka dapur umum di dua lokasi untuk warga yang terdampak banjir.

“Kami menyiapkan dapur umum di Sempaja Timur untuk membantu warga terdampak. Di wilayah ini terdapat 9 RT terdampak, dengan total 357 rumah yang terkena banjir, melibatkan sekitar 1.121 jiwa,” kata dia

Sementara dapur umum lainnya di Kelurahan Budaya Pampang. Meski air mulai surut, pihaknya tetap membuka dapur umum untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir.

“Dapur umum di Pampang masih beroperasi meski air mulai surut, untuk mendukung warga dalam proses pembersihan,” tuturnya.

Banjir Disebabkan Curah Hujan Tinggi dan Banjir Kiriman

Suwarso menjelaskan, penyebab banjir di sejumlah wilayah Samarinda ini karena curah hujan tinggi dengan intensitas mencapai 115 mm.

“Di APT Pranoto mencapai 115 mm dan di Bandara Temindung sekitar 75 mm. Hujan berlangsung cukup lama, dari pukul 07.00 hingga 15.00 Wita,” jelassnya.

Di sisi lain pasang laut tinggi, mencapai 2,5 meter, yang diperkirakan berlangsung hingga empat hari ke depan. Kondisi ini diperparah lantaran ada luapan air dari hulu, membawa volume air yang cukup besar, sehingga banjir di Kota Tepian tidak terhindarkan.

“Kontribusi dari daerah hulu seperti Badak Mangkar melalui Sungai Siring, yang membawa volume air besar ke Samarinda,” tambahnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana