Empat Kasus Covid-19 di Kaltim, Dinkes Imbau Warga Segera Vaksinasi dan Booster

Devi Nila Sari
233 Views

Dinkes Kaltim mencatat terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Tanah Benua Etam. Masyarakat pun diimbau untuk segera vaksinasi dan booster. Serta, terus jaga protokol kesehatan.

Kaltim.akurasi.id, SamarindaDinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur mencatat peningkatan kasus Covid-19 dengan empat kasus positif per 10 Desember 2023. Dari jumlah tersebut, dua kasus terjadi di Kukar Kertanegara, satu di Balikpapan, dan satu di Penajam Paser Utara.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengimbau masyarakat Tanah Benua Etam untuk segera melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat. Terutama, untuk mereka yang memiliki komorbiditas.

“Harapannya kita tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Tapi jangan lupa tetap jaga protokol kesehatan serta melakukan suntik booster kalau vaksinnya sudah ada,” ujarnya ketika diwawancarai di Hotel Ibis Samarinda, Senin (11/12/2023).

Dinkes Kaltim kini tengah menunggu pasokan vaksin dari Kementerian Kesehatan RI. Vaksin tersebut direncanakan akan datang pada minggu ini. Sehingga, ia meminta, agar masyarakat segera melakukan vaksin.

“Datanglah ke tempat vaksin, karena vaksin Covid-19 tidak lama inkubasinya, takut kalau expired dan pemintaan malah banyak,” tambahnya.

Sementara empat pasien positif Covid-19 dirawat inap, perhatian khusus diberikan pada pekerja di sektor minyak dan batubara. Pemeriksaan rutin pun terus dilakukan, termasuk screening bagi orang asing.

Meski terjadi peningkatan kasus, Jaya menegaskan bahwa situasi masih terkendali. “Kita masih beruntung di Singapura dan negara lain masih sub-varian dari omicron, jadi enggak ada kekhawatiran.”

Namun, imbauan tetap diberikan untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan. “Prokes jaga jarak, cuci tangan, pola hidup sehat. Kita baru empat kasus, tapi bisa jadi berat kalau abaikan prokes,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini terjadi peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina. Kementerian Kesehatan Indonesia juga mencatat peningkatan serupa di hampir semua provinsi. Yang biasanya hanya terjadi 10-20 kasus per minggu, kini terjadi peningkatan kasus hingga 267 per minggu.  (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana