Distribusi Guru Tak Merata, Perguruan Tinggi Didorong Sesuaikan Jurusan

DPRD Kaltim mendorong perguruan tinggi melakukan pemetaan jurusan berdasarkan kebutuhan daerah. Hal ini disebut mempermudah penyerapan lulusan perguruan tinggi di dunia kerja.
Devi Nila Sari
1.7k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Ketimpangan distribusi guru masih menjadi persoalan serius di Kalimantan Timur. Di saat sejumlah sekolah kelebihan tenaga pengajar, namun sekolah lainnya justru kekurangan guru.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Darlis Pattalongi mengatakan, untuk menindaklanjuti persoalan ini, dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) sempat mengambil langkah pemindahan atau redistribusi tenaga pendidik, khususnya guru yang memang dibutuhkan di daerah lain.

“Jadi, tidak ada unsur like and dislike. Kebijakan ini murni didasarkan pada kebutuhan dan penyesuaian di lapangan. Situasi tersebut juga bersifat dinamis, karena kita memang masih sangat kekurangan tenaga pengajar pada berbagai jenjang dan bidang studi,” ungkapnya saat diwawancarai awak media di Samarinda, Rabu (17/6/2026).

Namun, di lapangan kondisi ini kembali menuai polemik. Ia menyebut, banyak pihak mempertanyakan mengapa mutasi atau perpindahan guru berlangsung begitu cepat. Guru disebut merasa tidak memiliki kepastian untuk mengajar dalam jangka waktu yang lama di satu sekolah.

Politisi Partai PAN ini pun memahami, bahwa hal ini juga menjadi persoalan baru bagi para guru. Oleh karena itu, Darlis berharap, lembaga pendidikan tinggi dapat melakukan penyesuaian.

“Terus terang, ada beberapa mata pelajaran yang jumlah gurunya sudah berlebih, tetapi pada mata pelajaran lain justru sangat kekurangan,” tambahnya.

Perguruan Tinggi Diminta Petakan Jurusan Sesuai Kebutuhan

Darlis membeberkan, Komisi IV DPRD Kaltim sebelumnya telah melakukan diskusi dengan sejumlah perguruan tinggi untuk membuat jurusan-jurusan yang berdasarkan pemetaan daerah. Sehingga bagi bidang yang masih sangat kekurangan tenaga pengajar dapat diperkuat dan dimaksimalkan.

“Jangan sepenuhnya dibiarkan mengikuti mekanisme pilihan individu semata,” tegasnya.

Ia menilai, perlu ada arahan bagi calon mahasiswa agar memilih bidang studi yang memang sangat dibutuhkan daerah. Dengan demikian, tidak terjadi kesenjangan antara kebutuhan tenaga pengajar dengan ketersediaan lulusan pada setiap mata pelajaran.

Darlis mengungkapkan, saat ini masih terjadi disparitas di dunia pendidikan. Karena masih ada mata pelajaran yang kelebihan guru, sementara mata pelajaran lain sangat kekurangan. Akibatnya, banyak sekolah terpaksa menugaskan guru untuk mengampu mata pelajaran yang sebenarnya tidak sesuai dengan latar belakang keilmuannya.

Kondisi ini, kata dia, banyak terjadi pada mata pelajaran yang bersifat terapan, seperti bidang fisika dan teknik. Dijelaskannya, banyak guru yang sebenarnya tidak memiliki latar belakang pendidikan pada bidang tersebut, tetapi karena keterbatasan tenaga pengajar, mereka terpaksa merangkap mengampu mata pelajaran itu.

“Karena itu, kami meminta pimpinan perguruan tinggi dapat mencermati peta kebutuhan tenaga pengajar di daerah sesuai bidang studi yang ada. Dengan begitu, ke depan tidak lagi terjadi disparitas antara satu mata pelajaran,” jelas Darlis. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana