Euforia Minyak Goreng Murah, 1000 Liter Ludes dalam 1 Jam

kaltim_akurasi
103 Views
Penjualan minyak goreng murah melalui operasi pasar di Samarinda- Akurasi.id
Penjualan minyak goreng murah melalui operasi pasar di Samarinda. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Euforia minyak goreng murah Rp14 ribu per liter, warga buru operasi pasar di Samarinda. Alhasil stok 1000 liter minyak goreng ludes dalam waktu kurang dari 1 jam.

Akurasi.id, Samarinda – Euforia penjualan minyak goreng murah dengan ketentuan Rp14 ribu per liter memiliki dampak domino. Dengan niat menstabilkan harga, kebijakan minyak goreng murah berujung kosongnya stok di beberapa ritel-ritel modern. Seperti Indomaret atau Alfamidi.

Menginjak hari ke tujuh kebijakan tersebut berlangsung, minyak goreng seharga Rp14 ribu per liter terpantau langka hampir di seluruh ritel modern di Samarinda. Keberadaannya pun selalu diburu warga.

Termasuk operasi pasar gelaran Pemkot Samarinda yang bekerja sama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Pasar Segiri, Jumat (28/1/2022) pagi. Dengan menyediakan stok sebanyak 1000 liter, minyak goreng tersebut ludes dalam waktu kurang dari 1 jam.

Alhasil, banyak warga yang harus gigit jari karena memang terbatasnya ketersediaan minyak goreng dengan harga normal dalam operasi pasar.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IPDN Samarinda Ismail Nurdin mengatakan, operasi pasar dengan melibatkan 35 praja. Tujuannya untuk memberikan pengalaman bakti di tengah masyarakat.

“Dengan ketentuan 1 orang mendapatkan 2 liter minyak goreng,” ucapnya.

Pasar Tradisional Belum Laksanakan Kebijakan Minyak Goreng Murah Satu Harga

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda Marnabas mengungkapkan, penyamarataan harga minyak goreng di ritel modern sesungguhnya telah terlaksana sejak seminggu lalu.

Namun demikian, hingga kini penyamarataan harga minyak goreng belum dapat dilaksanakan di pasar tradisional. Karena pihaknya masih menanti formula penjualan dari pemerintah pusat.

“Tinggal di pasar-pasar tradisional. Ini kami juga masih menunggu petunjuk. Karena akan ada subsidi dari pemerintah. Bagaimana bentuk subsidinya masih menunggu petunjuk dari atas,” ucapnya.

Selain itu, untuk mendorong pendistribusian minyak goreng murah, pihaknya pun telah melakukan operasi pasar di 59 kelurahan yang ada di Samarinda.

“Setiap kelurahan mendapatkan 500 liter minyak goreng,” ungkapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri Disdag Samarinda M Fachri Anshari menambahkan dari 40 ribu liter minyak goreng yang tersedia sebelumnya, kini hanya tersedia 10 ribu liter. Pihaknya pun berencana mendistribusikan stok tersebut untuk operasi di pasar tradisional di Samarinda.

“Sehingga apabila kurang, kami berencana meminta lagi untuk melakukan operasi pasar,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana