Mods MayDay di Bontang ini dirangkai beberapa kegiatan. Di antaranya Mods Talk, City Rolling, Fun Games, The Best Mods Outfit, Kids Corner Area dan Live Music.
Kaltim.Akurasi.id, Bontang – Setiap bulan Mei selalu identik sebagai hari buruh atau May Day. Rupanya, enggak cuma buruh, bulan Mei juga dinantikan para bikers penggemar Vespa. Pasalnya, pada bulan itu selalu digelar acara Vespa bertema Mods Mayday.
Seperti kegiatan Mods Mayday 2023 di Bontang, Minggu (28/05/2023) kemarin. Acara yang digagas komunitas vespa yang mengatasnamakan Paramods Bontang itu dimeriahkan ratusan skuteris vespa. Tak hanya skuteris dari Bontang, bahkan dari luar daerah pun ikut andil dalam kegiatan tersebut.
Tema yang diusung Paramods Bontang yakni ‘Keep GOING and Don’t Stop’ yang acaranya dipusatkan di salah satu cafe yang berada, di bilangan jalan Bhayangkara Bontang Utara. Mods MayDay di Bontang ini dirangkai beberapa kegiatan. Diantaranya Mods Talk, City Rolling, Fun Games, The Best Mods Outfit, Kids Corner Area dan Live Music.
Ketua Panitia Bontang Mods MayDay 2023 Pajar Kharisma menuturkan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan Paramods yang digelar setiap bulan Mei. Agenda ini merupakan bagian dari peringatan hari buruh bagi para skuteris.
Baca Juga
Pajar bilang, kegiatan Mods MayDay telah berlangsung di Bontang sejak dari 2014 lalu. Kendati, kegiatan itu sempat vakum pada 2017 dengan alasan beberapa faktor. Ditambah pandemi Covid-19 yang merabak sejak awal 2020 lalu. Alhasil, gelaran rutin itu baru kembali diadakan tahun 2023.
Pajar bercerita, secara singkatnya, Mods merupakan salah satu subkultural yang terlahir pasca perang di Inggris pada tahun 1958. Mods ini berawal dari perkumpulan buruh anak muda kalangan menengah ke bawah yang didiskriminasi oleh masyarakat karena derajatnya tidak sebanding kaum bangsawan.
Nah, karena hal tersebut mereka mulai melakukan pergerakan dengan menciptakan sub-kultural bernama Mods. “Mods berasal dari kata ‘modernist’ yang artinya tampil dengan gaya modis atau modern,” katanya kepada wartawan Akurasi.id, Senin (29/05/2023).
Hal itulah yang menjadikan bentuk perlawanan mereka agar tidak diremehkan oleh masyarakat, sehingga derajatnya terlihat setara dengan bangsawan. Saat ini Mods sudah menjalar ke berbagai penjuru dunia. Komunitasnya pun banyak di Indonesia, termasuk Bontang.
Mods Tak Hanya Vespa
Sebenarnya mods tak hanya tertuju pada Vespa saja, tapi lebih ke arah subculture anak muda Inggris pada akhir 1950 sampai 1960-an. Kata Pajar, mods tidak lepas dari 3 unsur, yakni musik, fashion, dan skuter. “Kata mods itu sendiri berasal dari modern jazz for modernist people, berkembang mulai dari akhir 1950-an sebagai subculture yang sangat digemari anak muda pada saat itu,” tukasnya.
Seiring berkembangnya jaman, dan masuknya budaya fashion mendeskripsikan mods sebagai penggemar muda jazz modern yang mengenakan pakaian modern Italia yang menonjol. Setelah budaya musik dan fashion subculture mods berkembang, giliran skuter yang diwakilkan Vespa dan Lambretta.
Untuk urusan kendaraan, skuter pabrikan Italia seperti Vespa atau Lambretta sudah identik sebagai pilihan dan ikon utama bagi para mods. Alasannya, selain karena harganya yang pada saat itu dianggap tidak terlalu mahal, Vespa dan Lambretta juga mampu menjelma sebagai alat transportasi yang fleksibel dan ekonomis untuk para mods yang hidup di Inggris era 1960-an.
“Selain harganya lebih murah, skuter Vespa dan Lambretta dipilih para mods karena punya kesan berani, ketimbang motor Inggris seperti Triumph dan BSA yang lebih ke nuansa gelap dan industrial,” katanya.
Sebagai tambahan informasi, dalam kegiatan Mod MayDay 2023 di Bontang untuk rangkaian City Rolling 120 lebih skuteris vespa dari berbagai latar belakang komunitas hadir. Pun anggota Para Mods Bontang secara kolektifan menggagas acara ini.
Baca Juga
“Kami kolektifan dan mengandalkan beberapa sumbangan. Kenapa kita adakan di akhir bulan, agar tidak berbenturan dengan kegaitan Mods MayDay lain di luar kota,” ujarnya. (*)
Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id
