Kenali Bahaya Kandungan Etomidate dalam Vape yang Sasar Anak Muda

Tren vape ilegal kembali menjadi sorotan, kali ini karena munculnya kartrid yang diduga mengandung obat anestesi etomidate yang mengancam nyawa.
Rosi
By
7 Views

Kaltim.akurasi.id, BontangTren baru mulai mengintai di balik perangkat vape atau rokok elektrik yang menarik minat anak muda jaman sekarang. Di Indonesia, muncul peredaran kartrid vape ilegal yang diduga mengandung etomidate, yakni obat anestesi kuat yang seharusnya hanya digunakan di ruang operasi. Fenomena ini bukan sekadar kontroversi rokok elektronik biasa, melainkan pintu masuk baru penyalahgunaan obat terlarang yang menyasar generasi muda. 

Mengenal Bahaya KPOD 

KPOD (atau K-Pod) adalah kartrid vape ilegal yang diduga mengandung etomidate, obat bius intravena yang biasa digunakan dokter untuk prosedur anestesi darurat. Di rumah sakit, obat ini diberikan dengan dosis terkontrol ketat dan di bawah pengawasan medis. Namun, ketika disedot melalui vape, etomidate masuk langsung ke aliran darah melalui paru-paru tanpa mengikuti standar takaran.

Mengapa KPOD bisa sangat mematikan?

Hal ini karena KPOD tidak memiliki standar dosis sehingga pengguna tidak pernah tahu berapa banyak zat yang mereka hirup. Selain itu efek obat bisa muncul dalam hitungan menit setelah inhalasi. KPOD sangat mengancam generasi muda karena dijual bebas secara ilegal. Benda ini mudah didapat melalui penjualan online tanpa regulasi keamanan.

Kenali Gejala Etomidate yang ‘Diam-Diam’ Membunuh

Berbeda dengan nikotin yang efeknya lebih bertahap, etomidate dapat menimbulkan reaksi ekstrim berisiko. Dalam penggunaan jangka pendek, pengguna bisa mengalami kelemahan otot mendadak dan kehilangan keseimbangan, kebingungan, pusing, hingga penurunan kesadaran. Selain itu, penghirupnya bisa menderita mual, muntah, dan iritasi saluran pernapasan, kejang otot atau gerakan tak terkendali, hingga yang paling berbahaya adalah kesulitan bernapas sampai kehilangan kesadaran tiba-tiba. 

Etomidate juga menyerang sistem hormonal tubuh. Obat ini menekan produksi hormon steroid dari kelenjar adrenal, sehingga berpotensi menyebabkan defisiensi kalium, tekanan darah tidak stabil, gangguan detak jantung, kerusakan ginjal dan hati akibat metabolisme obat yang tidak teratur, bahkan ketidakseimbangan hormonal berkepanjangan.

Remaja menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan KPOD karena produk ini dirancang menyerupai disposable vape legal yang populer di kalangan anak muda. Bentuknya yang kecil, berwarna menarik, dan sulit dibedakan dari vape legal membuatnya mudah disembunyikan maupun digunakan tanpa menimbulkan kecurigaan.

Di sisi lain, media sosial turut memperbesar penyebarannya melalui klaim menyesatkan seperti memberi efek “relaksasi” atau “tenang”. Padahal, KPOD dapat mengandung zat sintetis berbahaya yang memicu keracunan akut. Gejalanya, seperti pusing, mual, jantung berdebar, hingga penurunan kesadaran, kerap disalahartikan sebagai efek biasa dari vaping sehingga penanganan medis sering terlambat.

Melihat ancaman tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan bahwa etomidate telah diklasifikasikan sebagai narkotika golongan II, sehingga kepemilikan, peredaran, maupun penyalahgunaannya dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

 

Penulis: Rosi
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana