Kaltim.akurasi.id, Bontang – Bakal calon Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bontang, Ahmad Nugraha, resmi mengembalikan formulir pendaftaran kepada Steering Committee (SC) Musyawarah Cabang (Muscab) IX HIPMI Bontang, Selasa (30/6/2026) malam.
Pengembalian berkas tersebut menjadi penegasan atas keseriusan Founder media siber Bekesah.co itu untuk bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum BPC HIPMI Bontang periode mendatang.
Nugrah tercatat sebagai bakal calon terakhir yang mengembalikan formulir dari enam pengusaha muda yang sebelumnya telah mengambil berkas pendaftaran.
Ia mengatakan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi, termasuk dokumen visi dan misi yang akan menjadi arah kepemimpinannya apabila dipercaya memimpin HIPMI Bontang selama tiga tahun ke depan.
“Kedatangan saya malam ini sebagai bentuk keseriusan. Kemarin sempat berkembang isu bahwa ada yang mendaftar tapi tidak serius. Malam ini saya buktikan bahwa saya serius dan all out untuk bertanding,” ujarnya.
Menurutnya, pencalonannya bukan sekadar mengikuti kontestasi organisasi, melainkan bentuk komitmen untuk mengabdi sekaligus membesarkan HIPMI Bontang.
Ia juga mengaku optimistis menghadapi dinamika Muscab. Meski komunikasi dengan kandidat lain tetap terjalin baik, ia memastikan fokus mengikuti seluruh tahapan pemilihan.
“Ini bukan ajang menunjukkan kegagahan atau main-main. Ini bentuk keseriusan mengabdi kepada organisasi agar HIPMI tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi benar-benar menjalankan marwahnya sebagai organisasi pengusaha muda,” katanya.
Nugrah menilai semakin banyak kandidat yang maju justru menunjukkan semangat membangun organisasi. Menurutnya, Muscab seharusnya menjadi ruang adu gagasan, bukan sekadar kompetisi politik organisasi.
Sebelum memutuskan maju, ia mengaku telah meminta restu kepada keluarga, sahabat, kolega, hingga rekan-rekan media.
“Saya ingin mewakafkan diri di HIPMI selama tiga tahun ke depan. Ini penuh dengan optimisme, ikhtiar, dan komitmen bahwa HIPMI harus dibangun oleh orang-orang yang benar-benar ingin memajukan organisasi,” tuturnya.
Usung Visi “HIPMI Bontang Berdampak”
Dalam pencalonannya, Ahmad mengusung visi “HIPMI Bontang Berdampak”, yang berorientasi pada penguatan kapasitas anggota sekaligus memperbesar kontribusi organisasi terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Ia menargetkan HIPMI menjadi organisasi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh anggota melalui peningkatan kapasitas, perluasan jejaring bisnis, serta kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, perbankan, dan berbagai pelaku usaha.
Selain itu, ia ingin mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda baru sekaligus membantu pelaku UMKM agar mampu naik kelas.
Jika dipercaya memimpin HIPMI Bontang, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat soliditas organisasi sekaligus memetakan seluruh bidang usaha yang dimiliki anggota.
Menurutnya, pendataan tersebut penting untuk mengetahui kebutuhan, tantangan, serta potensi masing-masing sektor usaha, mulai dari kuliner, konstruksi, media, industri kreatif, hingga sektor lainnya.
“Dengan begitu kita bisa menciptakan ekosistem usaha yang saling menopang. Tidak boleh ada monopoli. Semua anggota harus mendapatkan ruang dan kesempatan berkembang sesuai porsinya,” tegasnya.
Dorong Digitalisasi Organisasi
Nugrah juga menaruh perhatian terhadap transformasi digital organisasi.
Ia berencana membangun sistem pendataan anggota berbasis aplikasi agar potensi, kebutuhan, hingga peluang kolaborasi bisnis dapat terintegrasi secara lebih efektif.
Melalui digitalisasi tersebut, HIPMI diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan antaranggota sekaligus memperluas akses pemasaran dan kerja sama usaha.
Di sisi lain, ia juga ingin menyelaraskan program HIPMI dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Bontang, termasuk mendukung pengembangan sektor maritim yang saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan daerah.
“HIPMI harus menjadi jembatan antara pengusaha, pemerintah, dan perusahaan. Potensi itu sangat besar di Bontang. Tinggal bagaimana kita menghubungkan semuanya agar saling memberikan manfaat,” jelasnya.
Ahmad optimistis dengan potensi sumber daya manusia yang dimiliki HIPMI Bontang. Menurutnya, karakter Kota Bontang yang relatif kecil justru menjadi keunggulan karena memudahkan terciptanya kolaborasi antara organisasi, pemerintah, dan dunia usaha.
“Alasan saya maju sederhana, saya ingin HIPMI lebih berdampak. Bukan hanya bagi anggotanya, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan perusahaan dalam mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang lebih kuat dan saling mendukung,” jelasnya. (*)
Penulis/Editor: Redaksi Akurasi.id