El Nino Diprediksi Picu Karhutla, DPKP PPU Siagakan Armada dan Personel di Seluruh Posko

Ancaman kebakaran hutan dan lahan mulai diantisipasi serius di Penajam Paser Utara. Menghadapi potensi cuaca ekstrem El Nino yang diprediksi memuncak pada Oktober 2026, DPKP PPU melakukan pemeriksaan besar-besaran terhadap armada, alutsista, dan kesiapan personel damkar di seluruh wilayah.
Fajri
By
906 Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena cuaca ekstrem El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Oktober 2026.

Sebagai langkah antisipasi, DPKP PPU menggelar apel pemeriksaan personel, armada, dan peralatan pemadam secara maraton di seluruh posko damkar pada 7–13 Mei 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah posko, mulai dari Sepaku, Maridan, Penajam, Sotek, Petung, Waru hingga Babulu.

Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan sarana pemadam berada dalam kondisi optimal menghadapi potensi peningkatan karhutla saat musim kemarau.

“Apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kami. Kami ingin memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi prima menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan akibat cuaca ekstrem,” ujarnya saat memberikan arahan di Posko Damkar Petung.

Fernando juga mengapresiasi kinerja seluruh personel damkar yang dinilai tetap mampu menjaga pelayanan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat selama lima bulan terakhir.

Kegiatan pemeriksaan dipimpin Kepala Bidang Pencegahan, Sarana dan Prasarana DPKP PPU, Jerry Rahimullah Syahid. Pemeriksaan meliputi armada pemadam, kendaraan operasional, hingga sarana pendukung lainnya.

Selain untuk kesiapsiagaan bencana, hasil pemeriksaan tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi penyusunan kebutuhan belanja dan pemeliharaan aset pada 2027.

DPKP PPU juga menekankan pentingnya mitigasi dini melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta peningkatan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla dan dampak cuaca ekstrem.

Lurah Petung, Achmad Fitriady, menilai sinergi antara pemerintah kelurahan dan posko damkar selama ini cukup efektif dalam menekan risiko kebakaran di wilayahnya.

Ia mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media, mulai dari kendaraan keliling, selebaran, hingga media sosial agar warga lebih waspada selama musim kemarau.

“Kita perlu memperkuat komunikasi dan keselarasan pelaporan, sehingga Posko Damkar Petung bisa menjadi percontohan,” ujarnya. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana