Mangrove PPU Dilirik Pusat, Siap Jadi Ikon Wisata Penyangga IKN

Langkah pengembangan ekowisata mangrove di Penajam Paser Utara mulai memasuki babak baru. Pemerintah pusat turun langsung menjajaki kolaborasi, membuka peluang kawasan ini tak hanya menjadi benteng lingkungan pesisir, tetapi juga motor ekonomi baru di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.
Fajri
By
1.2k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Pemerintah pusat mulai menjajaki peluang kolaborasi pengembangan ekowisata mangrove di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hal ini mengemuka dalam kunjungan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan, Muhammad Zainal Arifin, yang didampingi Bupati PPU, Mudyat Noor, ke kawasan mangrove Kampung Baru, Penajam, Rabu (6/5/2026).

Mudyat Noor menegaskan, ekosistem mangrove memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis pariwisata bagi masyarakat.

“Ekosistem mangrove sangat penting, baik untuk perlindungan lingkungan maupun sebagai sumber ekonomi melalui pengembangan ekowisata,” ujarnya.

Sementara itu, Zainal Arifin menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal untuk membuka ruang kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam penguatan pengelolaan kawasan wisata berbasis masyarakat.

“Kita akan dorong pendampingan, termasuk penguatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), agar pengelolaan ekowisata ini berjalan berkelanjutan,” katanya.

Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kawasan juga akan diarahkan pada perbaikan fasilitas pendukung serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian mangrove. Pemerintah pusat juga membuka peluang dukungan pendanaan untuk memperkuat peran Pokdarwis.

Menurut Zainal, PPU memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata mangrove yang belum tergarap secara optimal. Terlebih, kawasan ini berada di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara, sehingga memiliki nilai strategis dalam mendukung agenda rehabilitasi lingkungan sekaligus pengembangan ekonomi lokal.

“Kita harapkan kawasan ini bisa berkembang dan menjadi percontohan ekowisata mangrove di daerah penyangga IKN,” jelasnya. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana