Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur melalui operasi water bombing menggunakan helikopter.
Kepala Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan dukungan terhadap operasi pemadaman dari udara tersebut direncanakan berlangsung pada 7 hingga 11 September 2026.
“Bandara APT Pranoto direncanakan mendukung pelaksanaan water bombing penanganan karhutla menggunakan helikopter, antara 7 sampai 11 September 2026,” ungkap Kadek.
Dalam operasi tersebut, helikopter akan digunakan untuk membantu pemadaman dari udara dengan menjatuhkan air ke lokasi kebakaran. Metode ini menjadi salah satu upaya untuk mempercepat penanganan karhutla, terutama pada titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Kesiapan Bandara A.P.T. Pranoto menjadi penting karena fasilitas tersebut dapat mendukung kebutuhan operasional helikopter selama pelaksanaan pemadaman dari udara.
Meski demikian, Kadek memastikan hingga saat ini belum ada rencana kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang melibatkan dukungan dari Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda.
“Sejauh ini belum ada rencana kegiatan OMC dengan dukungan Bandara APT Pranoto Samarinda,” ujarnya.
Empat Penerbangan Samarinda-Jakarta Dibatalkan
Di tengah kesiapan mendukung penanganan karhutla, aktivitas penerbangan reguler di Bandara A.P.T. Pranoto juga mengalami gangguan. Empat penerbangan pulang-pergi rute Samarinda-Jakarta sementara dibatalkan akibat penutupan Bandara Soekarno-Hatta karena abu vulkanik Krakatau.
Keempat penerbangan tersebut berasal dari Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA580/581, Batik Air ID6256/6257 dan ID6676/6677, serta Citilink QG422/423.
“Empat maskapai di antaranya, Garuda Indonesia (GA580/581), Batik Air (ID6256/6257), Batik Air (ID6676/6677), dan Citilink (QG422/423),” ungkapnya.
Sementara itu, sepanjang Agustus 2026, Bandara A.P.T. Pranoto mencatat 58.973 penumpang untuk penerbangan pergi dan pulang. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata sekitar 1.902 penumpang per hari.
“Sepanjang periode Agustus 2026, total penumpang yang kami layani mencapai 58.973 orang untuk penerbangan pergi dan pulang, dengan rata-rata sekitar 1.902 penumpang per hari,” jelasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id