Bau Busuk Ganggu Pengunjung Mal SCP, DLH Samarinda Temukan Kerusakan di Sistem IPAL

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda memastikan bau menyengat di sekitar Mal Samarinda Central Plaza (SCP) berasal dari luapan limbah organik. Kerusakan pada sistem pengolahan air limbah (IPAL) disebut jadi penyebab utamanya.
Fajri
By
4k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Sejumlah pengunjung dan pengendara motor mengeluhkan bau menyengat di sekitar Mal Samarinda Central Plaza (SCP), Jalan Mulawarman. Aroma tak sedap itu diduga berasal dari limbah organik yang meluap akibat gangguan pada sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di area pusat perbelanjaan tersebut.

Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Erwin Agus, membenarkan adanya laporan tersebut. Tim DLH langsung melakukan peninjauan dan menemukan adanya luapan air limbah dari tandon penampungan yang seharusnya dialirkan menuju IPAL.

“Kami sudah ke lokasi, dan memang benar ada air yang meluap dari penampungan di atas. Seharusnya air itu dialirkan ke IPAL, tapi karena pompa mengalami kerusakan, alirannya terhenti dan akhirnya meluap keluar,” jelas Erwin.

Ia menuturkan, langkah awal yang diambil pihaknya adalah melokalisasi area terdampak dengan pemasangan garis pengaman (safety line). Selain itu, DLH juga memberikan peringatan kepada pihak pengelola mal agar segera memperbaiki sistem pengolahan limbah dan melakukan pemulihan lingkungan.

“Kami sudah pasang garis pengaman dan mewajibkan pengelola untuk segera melakukan perbaikan. Ini langkah pencegahan dini agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan kebocoran pada saluran pembuangan limbah di area dapur salah satu tenan restoran. Kondisi itu menyebabkan air limbah keluar sebelum melalui proses pengolahan di IPAL.

“Ada unsur kelalaian dari pihak pengelola, dan itulah yang kami hentikan sementara sampai sistemnya benar-benar diperbaiki,” tambahnya.

Erwin memastikan bahwa bau busuk yang sempat mengganggu warga bukan berasal dari limbah tinja, melainkan limbah organik dari sisa makanan restoran.

“Bukan limbah tinja, tapi sisa sayur dan bahan makanan yang mudah membusuk, sehingga menimbulkan aroma sangat menyengat,” katanya.

DLH Samarinda kini tengah menyusun berita acara pemeriksaan serta menyiapkan uji laboratorium terhadap kualitas air dan udara di sekitar lokasi. Hasil uji tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah penegakan berikutnya terhadap pengelola Mal SCP. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }