Kaltim Kejar Swasembada Pangan 100 Persen, Kekurangan Lahan Masih jadi PR

Kaltim tengah mengejar swasembada pangan hingga 100 persen. Dalam hal ini, keterbatasan lahan masih menjadi kendala.
Devi Nila Sari
1.3k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Upaya Kalimantan Timur mencapai swasembada pangan 100 persen pada akhir 2026 masih terkendala keterbatasan lahan. Dari kebutuhan lahan sekitar 46.000 hektare, saat ini pemprov baru bisa menyediakan sekitar 31.000 hektare.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, dengan lahan yang ada secara keseluruhan capaian swasembada pangan daerah ini baru sekitar 60 persen.

“Target ini masih membutuhkan upaya yang cukup besar, karena berkaitan langsung dengan kebijakan Kementerian Pertanian,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Samarinda, Senin (6/7/2027).

Untuk meningkatkan produksi pangan, sebenarnya tahun ini telah dilakukan tambahan cetak sawah sekitar 2.300 hektare. Kemudian pada 2027 direncanakan cetak sawah seluas 20.000 hektare, dengan tambahan sekitar 12.800 hektare yang mulai disiapkan.

Artinya, hingga akhir 2026 diperkirakan akan ada tambahan sekitar 15.000 hektare lahan di Kalimantan Timur. Penambahan terbesar berada di Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser.

“Namun, hal ini tetap butuh dukungan dari daerah lain,” ujarnya.

Untuk itu, Pemprov Kaltim meminta seluruh kabupaten/kota segera melakukan revitalisasi atau menghitung kembali potensi lahannya, kemudian menyampaikan datanya ke Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kaltim.

Sebab, dalam beberapa minggu ke depan, data itu akan disampaikan ke Kementerian Pertanian. “Menteri Pertanian sudah menunggu rencana kerja Kaltim hingga akhir 2026,” ujarnya.

Sementara terkait pemanfaatan lahan bekas tambang, saat ini masih belum masuk dalam program Pemprov Kaltim. Namun, gagasan ini akan menjadi catatan sebab udah ada beberapa daerah yang berhasil.

“Model tersebut akan menjadi acuan agar lahan-lahan bekas tambang bisa dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan,” tambahnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana