Kaltim.akurasi.id, Samarinda – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda memastikan rumah sakit menjadi prioritas terakhir dalam pelaksanaan pemadaman listrik bergilir. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga layanan kesehatan tetap berjalan dan tidak mengganggu keselamatan pasien.
Manajer PT PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, mengatakan rumah sakit merupakan objek vital yang harus mendapat perlakuan khusus saat dilakukan pengaturan beban listrik.
“Karena kita sama-sama memahami bahwa rumah sakit merupakan objek vital. Bisa saja sedang ada tindakan operasi atau kondisi lain yang menyangkut keselamatan jiwa,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Samarinda.
Menurut Adrian, selama masih memungkinkan, PLN akan menghindari pemadaman di fasilitas kesehatan. Sementara pelanggan lainnya tetap mengikuti jadwal pemadaman bergilir selama tidak berkaitan dengan kondisi yang membahayakan keselamatan manusia.
“Bahkan saya sendiri juga mengalami pemadaman,” katanya.
Adrian menjelaskan, pemadaman terjadwal berlangsung sekitar dua hingga tiga jam. Setiap pelanggan diperkirakan mengalami pemadaman setiap dua hingga tiga hari sekali sesuai jadwal yang telah disusun, sepanjang tidak terjadi gangguan di luar rencana.
Ia mengakui kebijakan tersebut memberikan dampak yang berbeda bagi setiap pelanggan. Sebagian masyarakat mungkin tidak terlalu terdampak, namun pelaku usaha berpotensi mengalami kerugian yang lebih besar.
“Karena itu kami membuat jadwal pemadaman agar masyarakat maupun pelaku usaha dapat melakukan persiapan,” jelasnya.
Terkait besaran kerugian akibat pemadaman bergilir, Adrian menyebut PLN belum dapat menghitung maupun menyampaikan nominalnya karena kondisi setiap pelanggan berbeda-beda.
“Begitu juga untuk kerugian yang dialami PLN, kami belum bisa menyebutkan angkanya saat ini,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai kerugian terbesar yang dirasakan PLN bukan semata-mata dari sisi finansial, melainkan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan perusahaan.
“Kerugian terbesar bagi kami sebenarnya adalah dari sisi citra atau image. PLN merupakan perusahaan pelayanan. Oleh karena itu, ketika tidak bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, kami menyampaikan permohonan maaf,” jelasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id