Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Setelah berbulan-bulan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur akhirnya mulai mengisi jabatan pimpinan definitif. Selain melantik kepala OPD baru, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud juga melakukan rotasi sejumlah pejabat.
Pelantikan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (29/6/2026), berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 800.1.3.3/2960/BKD/III tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Kaltim.
Sejumlah pejabat yang dilantik maupun mengalami rotasi jabatan di antaranya:
- Puguh Harjanto, dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang III.
- Aji Muhammad Fitra Firnanda, dari Kepala Dinas PUPR-Pera menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I).
- Muhammad Faisal, dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menjadi Kepala Dinas Pariwisata (Dispar).
- Ririn Sari Dewi, dari Kepala Dinas Pariwisata menjadi Kepala Diskominfo.
- drh. Arief Murdiyanto dilantik sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH).
- Siti Sugiyanti dilantik sebagai Kepala DPMPD.
- drg. Ahmad Jais dilantik sebagai Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo.
- Syarifah Alawiyah, yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim), kini dipercaya menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
- dr. Kazmiati dilantik sebagai Wakil Direktur Penunjang RSUD Kanujoso Djatiwibowo.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa Pemprov Kaltim melantik sebanyak 110 aparatur sipil negara (ASN) yang terdiri atas pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan pejabat fungsional.
“Mereka dipilih berdasarkan sistem manajemen talenta,” ujarnya kepada awak media usai pelantikan.
Rudy menjelaskan, pengisian jabatan dilakukan secara bertahap. Selain melalui sistem manajemen talenta di lingkungan Pemprov Kaltim, pengisian jabatan juga akan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka (open selection), baik dari kabupaten/kota di Kaltim maupun dari provinsi lain.
Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera melakukan akselerasi program pembangunan. Sementara kepada pejabat sebelumnya, Rudy berpesan agar melakukan transfer pengetahuan guna memastikan proses transisi berjalan baik.
“Juli dan Agustus merupakan bulan-bulan emas bagi kita untuk mengejar target pembangunan yang telah ditetapkan,” katanya.
Meski demikian, pelantikan kali ini belum mengisi seluruh jabatan strategis di lingkungan Pemprov Kaltim. Sejumlah posisi kepala OPD masih berstatus kosong dan sementara tetap dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id