Rudy Mas’ud Targetkan Belasan Jabatan Kepala OPD Kaltim Terisi Tuntas Juli Ini

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menargetkan seluruh jabatan kepala OPD yang masih diisi pelaksana tugas (Plt) dapat terisi secara definitif pada Juli 2026. Pengisian dilakukan melalui skema manajemen talenta dan talent scouting untuk mempercepat akselerasi pembangunan di Kaltim.
Fajri
By
2.2k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menargetkan seluruh jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih kosong dapat terisi secara definitif pada Juli 2026.

“Karena kita masih harus melakukan sinkronisasi dengan BKN. Target kami, seluruh proses ini selesai pada Juli,” ujar Rudy saat ditemui awak media di Samarinda.

Saat ini masih terdapat sejumlah jabatan strategis yang dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). Di antaranya Asisten III Setdaprov Kaltim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Perkebunan (Disbun), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Selain itu, posisi Plt juga masih mengisi Biro Umum, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Sekretaris DPRD (Sekwan), Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS), Biro Administrasi Pimpinan (Adpim), Dinas PUPR-Pera, Biro Organisasi, serta Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah.

Rudy menjelaskan, pengisian jabatan dilakukan melalui skema manajemen talenta dengan mengutamakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltim.

Apabila kebutuhan belum terpenuhi, pemerintah provinsi akan membuka peluang melalui mekanisme talent scouting dari pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi lain.

Menurut Rudy, pejabat yang nantinya dilantik harus mampu langsung bekerja untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan. Sementara pejabat sebelumnya diharapkan tetap mendampingi proses transisi melalui transfer pengetahuan.

“Kaltim saat ini sedang melakukan akselerasi pembangunan. Juli dan Agustus merupakan bulan-bulan emas untuk mengejar berbagai target pembangunan,” katanya.

Ia menegaskan, rotasi dan pengisian jabatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan agar lebih efektif.

“Semua pihak harus berkoordinasi dengan baik, baik pejabat yang baru maupun pejabat sebelumnya, sehingga proses transisi dapat berjalan lancar,” jelasnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana