Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Rencana pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat respons positif dari Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. Namun, ia mengingatkan pembangunan infrastruktur tersebut harus diiringi pengawasan terhadap pemanfaatan sumber daya alam (SDA).
Menurut Seno, keberadaan jalur kereta api berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian Kaltim, selama pemerintah mampu memastikan pemanfaatan SDA tetap berada dalam koridor regulasi.
Salah satu instrumen pengendalian yang disebut Seno adalah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan. Menurutnya, pengawasan terhadap RKAB penting agar peningkatan akses transportasi tidak otomatis diikuti eksploitasi SDA secara berlebihan.
“Ya, saya pikir tidak ada masalah, selama kita bisa kontrol RKAB. Kemudian mereka bisa menggunakan dengan baik, tidak ada masalah bagi Kaltim. Intinya tren positif,” ujar Seno Aji.
Ia mengatakan pemerintah tidak menutup mata terhadap potensi meningkatnya aktivitas industri seiring pembangunan jaringan transportasi. Namun, pembangunan infrastruktur tetap diperlukan selama aktivitas ekonomi yang mengikutinya dapat dikendalikan melalui regulasi dan pengawasan.
Seno menyebut rencana pembangunan jaringan kereta api telah masuk dalam agenda Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim sejak awal pemerintahan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan dirinya sebagai wakil gubernur.
Rencana tersebut diarahkan untuk menghubungkan sejumlah kawasan strategis, mulai dari Samarinda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan, hingga wilayah utara Kaltim seperti Bontang dan Berau.
“Dari awal pemerintahan Rudy-Seno, kita sudah merencanakan untuk membuat rel kereta api yang menghubungkan Samarinda-IKN-Balikpapan, kemudian diperpanjang lebih jauh lagi ke Bontang dan Berau,” tutur Seno.
Seno juga menyambut positif wacana pembangunan kereta api yang turut didorong pemerintah pusat. Ia berharap rencana tersebut dapat menarik investor untuk merealisasikan jaringan transportasi tersebut di Kaltim.
Menurutnya, keberadaan kereta api nantinya tidak hanya dapat mendukung aktivitas industri, tetapi juga menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat antardaerah.
“Kami sangat bersyukur adanya wacana dari Presiden tersebut dan mudah-mudahan ada investor yang masuk,” ucapnya.
Ia menilai jaringan kereta api akan menjadi infrastruktur strategis bagi Kaltim karena dapat memperkuat konektivitas, meningkatkan mobilitas masyarakat, sekaligus menekan biaya logistik.
Dengan konektivitas yang semakin baik, distribusi barang dan mobilitas masyarakat dari wilayah utara hingga selatan Kaltim diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien.
“Ini akan sangat menarik ke depannya dengan adanya kereta api industri dan untuk masyarakat dari Berau sampai ke Balikpapan. Ini akan memudahkan logistik, kemudian transportasi menjadi lebih murah,” jelasnya.
Meski demikian, Seno kembali menekankan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas ekonomi yang berkembang di sepanjang jalur kereta api. Menurutnya, peningkatan konektivitas harus memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan kepentingan lingkungan dan keberlanjutan SDA.
“Kami berharap rencana kereta api segera terealisasi dengan tetap mengedepankan pengendalian pemanfaatan SDA,” tandasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id