Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Pondok Belanda, Kelurahan Sungai Parit dan Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kembali membesar setelah sebelumnya memasuki tahap pendinginan dan clean up.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, mengatakan kondisi karhutla pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 12.00 WITA sempat memasuki tahap sisa pendinginan dan clean up.
Namun, kondisi kembali berubah sekitar pukul 13.40 WITA. Titik api baru terpantau di sebelah lokasi awal kebakaran dengan kondisi yang cukup besar.
“Untuk Karhutla Pondok Belanda, kondisi per update pukul 12.00 WITA kondisi sisa pendinginan dan clean up. Tapi ternyata pukul 13.40 WITA terdapat titik api kembali yang cukup besar di sebelah lokasi awal,” kata Nurlaila, Kamis (3/9/2026).
Menyusul munculnya titik api baru tersebut, tim gabungan kembali melakukan penanganan di lapangan.
“Saat ini karhutla Pondok Belanda masih penanganan di lapangan,” ujarnya.
Karhutla di kawasan Jalan Pondok Belanda sebelumnya dilaporkan pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 16.02 WITA. Kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 15.55 WITA pada hari yang sama.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD PPU, luas area yang terbakar hingga pembaruan terakhir mencapai 31,66 hektare.
Material yang terbakar berupa lahan dengan gambut tipis yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan. Lahan tersebut tercatat sebagai milik Perusda dan diduga merupakan kawasan Hutan Kota PPU.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Dalam penanganan sebelumnya, tim gabungan melakukan pemadaman terhadap sejumlah titik api dan asap yang masih terpantau. Upaya pemadaman dilakukan secara manual serta menggunakan flexible tank, mesin portabel, dan penyemprotan langsung dari armada pemadam.
Suplai air dikerahkan dari berbagai instansi, di antaranya Polres PPU, Dinas Pertanian, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU, Kodim 0913/PPU, serta Disperkimtan.
Penanganan dilakukan secara maraton untuk mencegah bara kembali menyala. Tim juga melakukan pendinginan dan clean up guna memastikan tidak ada bara maupun potensi titik api baru.
Namun, munculnya kembali titik api dengan kondisi cukup besar pada Kamis siang menunjukkan penanganan karhutla di Pondok Belanda masih menghadapi ancaman api yang kembali aktif.
Hingga berita ini ditulis, tim gabungan masih berada di lokasi untuk menangani titik api baru tersebut. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id