Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi Golkar, Sarkowi V Zahry, menegaskan tidak setuju dengan usulan penggunaan hak angket terhadap Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Menurutnya, mekanisme pengawasan terhadap kepala daerah seharusnya dilakukan secara bertahap, melalui hak interpelasi sebelum berlanjut ke hak angket.
Sarkowi mengatakan, sejak awal dirinya konsisten mendukung penggunaan hak interpelasi sebagai instrumen pengawasan DPRD. Ia menilai, interpelasi merupakan forum yang tepat untuk meminta penjelasan gubernur terkait berbagai kebijakan yang menjadi perhatian dewan.
“Dari awal saya konsisten, saya lebih mendukung interpelasi daripada angket. Menurut saya, harus dimintai keterangan secara bertahap, ditanya dulu melalui forum interpelasi, tidak langsung angket,” tegasnya.
Sikap tersebut juga menjadi alasan dirinya tidak menghadiri rapat paripurna yang dijadwalkan membahas hak angket, hari ini Rabu (10/6/2026). Menurut Sarkowi, kehadirannya dalam rapat paripurna akan tercatat sebagai bagian dari pemenuhan kuorum dan dapat dimaknai sebagai dukungan terhadap agenda tersebut.
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Golkar Kaltim ini menjelaskan, rapat paripurna hanya dapat dilaksanakan apabila memenuhi ketentuan jumlah kehadiran anggota dewan. Karena itu, dirinya memilih tidak hadir sebagai bentuk sikap politik yang konsisten terhadap usulan hak angket.
“Kalau saya hadir, nama saya tercatat sebagai peserta paripurna. Sementara dari awal saya menilai angket kurang tepat. Kalau hadir, sikap saya menjadi ambigu,” imbuhnya.
Sarkowi menegaskan pandangannya didasarkan pada pertimbangan aturan, mekanisme pengawasan DPRD, serta hasil pendalamannya terhadap persoalan yang menjadi dasar pengajuan hak angket. Menurutnya, interpelasi lebih sesuai karena memberikan kesempatan kepada gubernur dan perangkat daerah untuk menjelaskan kebijakan yang dipersoalkan sebelum DPRD mengambil langkah lanjutan.
“Nanti ditanya di forum interpelasi, kemudian gubernur dan perangkatnya menjawab. Menurut saya itu yang lebih pas, bukan langsung angket,” tandasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari