Di Bawah Bayang-Bayang Rita (2): Warisan Jaringan di Pusat Gravitasi Politik Kaltim

Kutai Kartanegara bukan sekadar daerah dengan jumlah pemilih dan anggaran terbesar di Kalimantan Timur. Di wilayah inilah jejak jaringan politik yang terbentuk selama bertahun-tahun masih menjadi bagian penting dalam membaca arah politik daerah.
Fajri
By
3.6k Views

Kaltim.akurasi.id – Salah satu alasan mengapa nama Rita Widyasari masih sering muncul dalam percakapan politik Kalimantan Timur adalah karena pengaruh politik tidak selalu berhenti ketika jabatan berakhir.

Selama hampir satu dekade memimpin Kutai Kartanegara, Rita berada di pusat salah satu episentrum politik dan ekonomi terbesar di Kalimantan Timur. Kukar bukan hanya daerah dengan wilayah luas, tetapi juga memiliki sumber daya alam, anggaran besar, dan pengaruh politik yang signifikan terhadap dinamika politik provinsi.

Dalam periode tersebut, lahir berbagai relasi politik yang melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, kelompok relawan, pelaku usaha hingga elite partai politik. Jaringan seperti ini umumnya tidak dibangun dalam satu atau dua tahun, melainkan melalui interaksi politik yang panjang.

Karena itu, ketika seorang pemimpin tidak lagi menjabat, jaringan sosial dan politik yang pernah terbentuk tidak serta-merta ikut menghilang.

Di Kukar, banyak figur yang saat ini aktif dalam pemerintahan, politik maupun organisasi kemasyarakatan pernah tumbuh dalam lanskap politik yang dibentuk pada era kepemimpinan Rita. Sebagian berkembang menjadi aktor politik mandiri, sebagian lainnya membangun jalannya sendiri. Namun jejak hubungan politik masa lalu tetap menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat.

Dalam ilmu politik, fenomena ini sering disebut sebagai political legacy atau warisan politik. Pengaruhnya tidak selalu terlihat dalam bentuk instruksi langsung atau kendali formal, tetapi melalui jaringan hubungan, kedekatan emosional, serta persepsi publik yang terbentuk selama bertahun-tahun.

Karena itu, setiap kali nama Rita kembali muncul di ruang publik, yang sesungguhnya sedang terlihat bukan semata figur Rita Widyasari sebagai individu. Yang muncul adalah ingatan terhadap sebuah era politik yang pernah mendominasi Kutai Kartanegara dan memiliki dampak luas terhadap konfigurasi politik Kalimantan Timur hingga hari ini. (*)

Penulis/Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana