Hujan deras di Samarinda menyebabkan banjir di RSUD AWS hingga merendam enam ruangan, termasuk kamar jenazah. Pasien dipindahkan ke area aman untuk memastikan keselamatan.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Hujan berintensitas tinggi kembali mengguyur Kota Tepian, sebutan untuk Samarinda, pada Selasa (28/1/2025) sejak sore hingga malam hari. Akibatnya, sejumlah wilayah terendam banjir, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie yang berlokasi di Jalan Palang Merah, Sidodadi, Samarinda Ulu.
Kepala Unit Humas RSUD AWS Samarinda, dr. Arysia Andhina, mengungkapkan terdapat enam ruangan yang tergenang air. Ruangan tersebut meliputi ruang Aster, Seroja, Teratai, Hemodialisa, ruang jenazah, serta selasar besar.
“Sementara untuk pasien, kami pindahkan ke ruangan yang tidak terdampak banjir,” ujarnya kepada wartawan Akurasi.id melalui sambungan telepon pada Selasa (28/1/2025).
Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, melaporkan wilayah terdampak hujan berintensitas sedang hingga lebat pada pukul 20.00 WITA.
Terdapat 12 lokasi yang tergenang air, yakni Jalan Siraj Salman, Jalan Arisco Blok CC1, Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Gunung Merbabu, Simpang Lembuswana, Simpang Pasundan, Simpang Juanda Fly Over, Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Jalan H. A. M. M. Rifaddin, Jalan Gajah Mada, Jalan Damai, dan Jalan Merdeka.
“Ketinggian air rata-rata mencapai 10 hingga 40 sentimeter,” jelasnya.
Selain itu, hujan lebat juga memicu tanah longsor di tiga lokasi. Salah satunya terjadi di Jalan Bhayangkara, tepatnya di Balaikota Samarinda, yang menimpa warga dan telah dievakuasi. Dua lokasi lainnya adalah di Jalan Sentosa Dalam 2 dan Jalan KS. Tubun Gang 4.
Atas kejadian ini, Suwarso mengimbau masyarakat Samarinda untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga anak-anak agar tidak bermain di area banjir.
“Hindari aliran air, parit, dan sungai karena arus yang deras. Ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id