Samarinda Dikepung Genangan dan Longsor, Tiga Rumah Tertimbun Material

Fajri
By
215 Views

Samarinda dilanda banjir dan tanah longsor usai hujan deras mengguyur kota. Sebanyak tiga rumah di kawasan Lempake tertimbun material longsor, sementara genangan terjadi di puluhan titik

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak pukul 05.00 hingga 11.00 WITA pada Senin (12/5/2025) memicu bencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah. Tingginya curah hujan menyebabkan puluhan titik tergenang dan beberapa rumah tertimbun longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan bahwa intensitas hujan yang tinggi membuat volume air di drainase dan sungai meluap. Akibatnya, sebanyak 21 titik genangan air teridentifikasi, dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 100 sentimeter.

“Selain genangan, kami juga menerima laporan tanah longsor di beberapa lokasi. Yang paling mengkhawatirkan, tiga rumah tertimbun material longsor di Jalan Belimau Raya RT 22, Lempake. Diduga ada sekitar empat orang di dalam rumah saat kejadian,” ungkap Suwarso.

Beberapa titik banjir tersebar di kawasan pemukiman padat dan ruas jalan utama. Di antaranya Jalan poros Samarinda–Bandara APT Pranoto (dari simpang Lempake hingga Alaya), Jalan Bitek RT 01 dan RT 07 di Kelurahan Sempaja Siring, serta Jalan Citandui dan Serayu di Tanah Merah. Wilayah lain yang terdampak antara lain Jalan Gunung Kapur, Giri Rejo, Kebun Agung, dan Kartini di kawasan Lempake.

Banjir juga merendam Jalan Daman Huri dan Gerilya di Sungai Pinang, serta sejumlah ruas strategis seperti Jalan Pramuka, Juanda, Kadri Oneng, AW Syahranie, Lejen Suprapto, Wahid Hasyim I, KS Tubun, Belimau (sekitar SMAN 9), Mugirejo Dalam, Talangsari Luar, hingga Jalan Sayur di Sempaja Utara.

“Hingga siang ini, tim kami telah turun ke lokasi terdampak untuk membantu evakuasi warga, mendata kerusakan, dan melakukan asesmen cepat. Kami juga bekerja sama dengan kepolisian dan relawan untuk fokus pada upaya pencarian dan pertolongan di lokasi longsor,” jelas Suwarso.

Tanah longsor terparah terjadi di Jalan Bengkuring Raya (Gang Kangkung), Jalan Belimau RT 07, dan Belimau Raya RT 22. Di lokasi terakhir, longsor diduga menimbulkan korban jiwa yang masih dalam proses pencarian.

Sementara itu, warga Jalan P. Suryanata, Heri Cahyanto (45), mengaku baru kali ini banjir sampai masuk ke dalam rumahnya.

“Biasanya cuma sampai halaman, tapi sekarang air masuk ke rumah. Kondisinya makin parah,” ujarnya.

Ia mengeluhkan bahwa upaya penanganan banjir oleh pemerintah belum menunjukkan hasil signifikan, terutama di wilayah tempat tinggalnya.

“Kalau di Jalan P. Suryanata, belum ada perkembangan yang berarti. Justru makin parah,” katanya.

Menurut Heri, masalah utama terletak pada kondisi wilayah hulu yang belum tertangani dengan baik. Ia berharap pemerintah lebih serius memperhatikan kawasan hulu dan segera memperbaiki sistem drainase di daerahnya.

“Di daerah rumah saya belum ada perbaikan drainase, Mas. Jadi saya berharap drainase di sini juga segera diperbaiki,” ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana