Komitmen Mitigasi Lingkungan, PT Indominco Mandiri Perkuat Pemulihan Terumbu Karang dan Penanaman Bibit Pohon

PT Indominco Mandiri berkomitmen terus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Suci
By
2.1k Views

Kaltim.Akurasi.id, Bontang – Upaya PT Indominco Mandiri (IMM) dalam memitigasi dampak operasional perusahaan terhadap lingkungan terus diperkuat melalui berbagai program konservasi. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, IMM menggelar kegiatan Penanaman Bibit Pohon serta Discovery Scuba Transplantasi Terumbu Karang di kawasan operasional perusahaan, Rabu (24/6/2026).

Mengusung tema global “Inspired by Nature, For Climate, For Our Future” dan tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, tampak hadir Head of External Relation Hasto dan Kepala Teknik Tambang Edy Susanto bersama Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Turut hadir pula Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang Heru Triatmojo, serta Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang Debora Kristin.

Pada agenda ini, IMM menggelar penanaman 60 bibit pohon serta transplantasi 32 kerangka terumbu karang di wilayah operasional perusahaan. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem darat dan laut di sekitarnya, khususnya kawasan Pelabuhan Bongkar Muat (BoCT) IMM.

Kepala Teknik Tambang PT Indominco Mandiri, Edi Susanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk memastikan aktivitas operasional tetap memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Menurutnya, rehabilitasi lingkungan bukan hanya sekadar kewajiban perusahaan, tetapi bentuk kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan.

“PT IMM dan mitra kerja kami akan terus membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat agar kegiatan operasional tetap membawa manfaat tidak hanya bagi stakeholder, tetapi juga bagi semesta raya,” ujar Edi.

Bekerjasama dengan tim ahli dari Universitas Mulawarman, dosen Muklis menjelaskan, program transplantasi terumbu karang telah dilakukan IMM sejak 2019 dan kembali berjalan secara intensif mulai 2022 setelah sempat mengalami jeda akibat pandemi Covid-19. Hingga saat ini, kegiatan rehabilitasi dilakukan melalui pemantauan berkala terhadap sejumlah titik terumbu karang di sekitar perairan IMM.

indominco mandiri
Kepala Teknik Tambang PT IMM, Edi Susanto saat menanam bibit pohon. (Siti Rosidah More/Akurasi.id)

Hasil pemantauan menunjukkan perkembangan positif pada beberapa zona, seperti C12 dan C5 yang menjadi lokasi rehabilitasi awal. Pertumbuhan karang di kawasan tersebut terus meningkat setiap tahun, disertai dengan kembalinya berbagai biota laut seperti ikan karang dan organisme lainnya.

Selain itu, zona transplantasi yang lebih muda seperti C2 dan C3 juga menunjukkan tingkat keberhasilan tinggi dengan persentase kehidupan karang berada di atas 80 persen.

“Tujuan kita bukan hanya menanam, tetapi memastikan bagaimana karang tersebut bisa tumbuh, berkembang, dan kembali menjadi habitat bagi kehidupan laut. Itu yang terus kita pantau,” jelas Muklis.

Selain konservasi laut, PT Indominco Mandiri juga melakukan penanaman mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir. Mangrove dinilai memiliki peran penting dalam menjaga garis pantai, menjadi habitat berbagai biota, serta membantu mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengapresiasi langkah IMM yang konsisten menjalankan program lingkungan. Ia menyebut Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap hubungan manusia dengan alam.

“Ini saatnya kita merefleksikan sejauh mana alam yang sudah kita gunakan, dampak aktivitas manusia, serta perubahan iklim yang saat ini kita rasakan,” kata Neni.

Ia menilai aksi penanaman pohon, mangrove, dan transplantasi terumbu karang merupakan gerakan yang harus dilakukan secara bersama-sama.

Neni berharap komitmen tersebut dapat terus dilanjutkan sehingga ekosistem lingkungan di Kota Bontang tetap terjaga dan menjadi warisan bagi generasi mendatang.

“Gerakan ini mungkin terlihat kecil, tetapi ketika dilakukan secara kolektif oleh perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, dampaknya akan luar biasa untuk keberlangsungan lingkungan,” ungkapnya. (adv/indomincomandiri/cha/uci)

Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana