Antisipasi Ancaman Kebakaran, Pemkab Kukar Perkuat Perencanaan Hidran

Ancaman kebakaran jadi perhatian serius. Pemkab Kukar melalui BPBD perkuat perencanaan hidran di kawasan padat penduduk dan fasilitas vital.
Devi Nila Sari
2.2K Views

Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Ketersediaan sarana pendukung pemadaman kebakaran menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), terutama di kawasan padat penduduk Kota Tenggarong.

Minimnya jaringan hidran mendorong dinas perumahan dan permukiman (Disperkim) bersama dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Disdamkarmatan) memperkuat koordinasi dalam menyusun perencanaan kebutuhan fasilitas tersebut.

Kepala Disperkim Kukar M Aidil mengungkapkan, bahwa jaringan hidran di Tenggarong masih belum memadai. Kondisi ini menjadi perhatian dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di kawasan permukiman.

“Kami sudah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Damkarmatan untuk membuat perencanaan. Khususnya di Ibu Kota Tenggarong, keberadaan hidran memang masih kurang,” ungkapnya.

Menurutnya, hidran merupakan salah satu fasilitas penting yang dapat menunjang upaya pemadaman kebakaran. Keberadaan fasilitas tersebut perlu diperhatikan, terutama di lingkungan dengan kepadatan bangunan tinggi serta kawasan permukiman yang terus berkembang.

Namun, penyediaan hidran tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Pemerintah perlu melakukan pendataan dan perencanaan berdasarkan kebutuhan di lapangan, termasuk mempertimbangkan kondisi jalan, lingkungan permukiman, serta ketersediaan sumber air.

“Perencanaan ini, harus melibatkan bidang prasarana, sarana, dan utilitas (PSU). Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) diperlukan agar pembangunan hidran terintegrasi dengan infrastruktur permukiman dan dapat mendukung kebutuhan penanganan kebakaran,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan, bahwa penambahan fasilitas tanpa memperhatikan ketersediaan sumber air justru berisiko membuat hidran tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal ketika terjadi keadaan darurat.

“Paling penting adalah sumber airnya tersedia. Jangan sampai kita membangun hidran tetapi sumber airnya tidak ada. Karena itu, perencanaannya harus matang melalui pendataan dan kolaborasi antar-OPD,” jelasnya.

Melalui koordinasi dengan Disdamkarmatan, Aidil mengungkapkan, bahwa Disperkim Kukar berupaya menyusun perencanaan yang mempertimbangkan kebutuhan fasilitas dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Dia berharap, langkah tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan hidran di kawasan yang memerlukan perhatian.

“Penguatan perencanaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung keselamatan masyarakat. Kita berharap, penyediaan hidran dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di Kota Tenggarong,” tutupnya (Adv/diskominfokukar/dn)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana